/* Circle Text Styles */ #outerCircleText { /* Optional - DO N

/* Circle Text Styles */ #outerCircleText { /* Optional - DO N
nisawidik

Welcome on Nisa's World

Halo teman! Kamsahamnida for coming and visit my blog. Hope you terhibur dan ini semua hanya fiktifnya author cantik kalian yang hobby banget ngayal ini. ahihihi
JAngan lupa follow wordpress ku juga di www.nibasami.blogspot.com ya :)

Selasa, 27 November 2012

LOVE IN MATH

Author : Annisa Widi Astuty (follow : @nisawidik) Cast : Jo Kwang Min Kyu Rie Jo Young Min Hyun Min Other… Length : Chapter CHAPTER 1 Hujan deras sukses mengguyur Seoul!!!! Kyu Rie pun memaksa membelah hujan hanya dengan perlindungan jas hujan warna merah jambu. “ Aduhhhh dingin sekali”gumam Kyu dengan bibir gemetaran. Tiba-tiba… PIMP PIMP! Suara klakson mobil barusan benar-benar membuat Kyu kaget dan akhirnya ia dan motor yang dinaikinya pun tersangkut di antara pepohonan. “ Awwww~!”jerit Kyu saat hendak bangkit dari jatuh tersungkurnya. Sementara itu, mobil sport hitam yang merupakan dalang dari semua ini ternyata masih pada posisinya tanpa ada seorang pun yang turun dari mobil dan menolong Kyu yang cukup memprihatinkan itu. “ Aduuuuh, sakit sekali lutut ku… Aish, sikutku juga…”gerutu Kyu sambil memberdirikan kembali motor (modelnya Scoopy warna biru)nya. Untung saja tidak parah. Dan setelah menyetandarkan motornya, bergegas Kyu menghampiri mobil sport hitam itu dengan gusar dan kalau dalam komik atau kartun, dari hidung Kyu bisa keluar asapnya dan kepalanya muncul tanduk, kemudian wajahnya berubah jadi merah. BRAK!BRAK!BRAK! Kyu menggebrak kaca mobil tersebut sekuat tenaga. Shreeeeet(?) kaca mobil pun terbuka. “ Hey~! Kau~! Kalau mengemudi yang benar! Jalan di sini luas! Haruskah kau mengklaksonku???? Kau membuatku kaget!!!!!!!!”ceracau Kyu seperti tanpa memakai titik maupun koma. Persis kereta express. Namja berkulit putih dan berseragam SMA itu pun melepaskan nerd glasses nya dan memicingkan matanya kearah gadis yang juga berseragam SMA tapi sepertinya mereka berasal dari SMA yang berbeda. Cklek(?) Namja itu membuka pintu mobil dan BUG! Bogeman Kyu sukses mendarat pada pipi kanannya. Namja itu langsung menghentikan aktivitasnya sebentar. Menyeka ujung bibirnya dan ia benar-benar keluar dari mobil dan berhadapan dengan gadis brutal di hadapannya. Menyambut hujan yang perlahan membuat almamaternya basah. “ Rasakan! Itu untuk lutut dan sikuku yang terluka karena ulahmu! Dasar pengemudi bodoh!”tukas Kyu semangat. Jangan macam-macam dengan atlit tae kwon do sabuk hitam seperti Kyu Rie ya -__-v “ Yeoja macam apa kau ini, huh?”tiba-tiba namja yang awalnya terlihat begitu kalem itu pun mengeluarkan suaranya. Deg! Kyu agak dibuat kaget. Suara namja ini mirip sekali dengan suara mendiang kakaknya. Kyu sempat melamun, melamun kearah tanda pengenal namja itu. Jadi namanya Jo Kwang Min. Dari almamaternya, dia pasti anak School of Performing Arts Seoul. Ya, pasti. “ Eh-ah-eoh?” Mendadak Kyu kehilangan kata-kata setelah lamunannya buyar. “ Dasar yeoja aneh! Tadi kau itu berjalan terlalu di tengah! Kau mau mati ya? Ini bukan jalan milik nenek buyutmu! Menepilah sedikit!”sungut Kwang Min balas ketus. Aduh, ada darah di ujung bibir sexy(?)nya. Mungkin sedikit luka akibat bogeman Kyu. Sesekali Kwang Min meringis kesakitan. “ Tapi…” intonasi Kyu menurun. “ Tapi…” intonasi Kyu kembali meninggi. “ Mwo? Mwo? Mwo?” tantang Kwang Min dengan mata melotot. Blush!Blash! Shlep! Semakin Kwang Min menggerakkan tubuhnya, wangi aroma lilac semakin tercium. Aish, wangi sekali namja ini, batin Kyu sambil menggosok hidung mancungnya pelan. “ Tapi suara klaksonmu membuatku kaget!” Kyu tidak mau kalah. “ Dasar yeoja kampungan! Memangnya selama ini bunyi klakson mobil yang kau dengar seperti apa, huh? Petok petok? Cit cit? Wek wek?” oke sekarang dia sedang membuat lelucon. Tapi benar juga, suara klakson kan memang seperti itu? Kyu menggaruk-garuk poninya. “ Dasar yeoja aneh, benar-benar tidak waras” Walhasil Kwang Min mengakhirinya dengan kata-kata barusan. Ia pun kembali masuk ke mobil dengan mood yang benar-benar hancur. Mood nya benar-benar jelek. Belum lagi tadi di sekolah saat pembagian hasil ulangan harian Matematika ia berasa di bully. Betapa tidak, ketika yang lain mendapatkan nilai 95 bahkan 100, dirinya hanya dapat 65. Sampai di rumah pasti dapat maklumat lagi dari eomma. Eomma akan membanding-bandingkannya lagi dengan Young Min. Young Min. Anak itu sekarang di Jerman. Anak itu kelewatan pintarnya. Bahkan dia ikut kelas akselerasi. Sekarang saja dia sudah kuliah di Jerman. Mengingat hal ini membuat Kwang Min jenuh. Kenapa ia harus terlahir kembar dengan anak laki-laki sejenius Young Min? ^^^^^ @Kyu’s House “ Hei kau baru saja berkelahi ya?”duga Eomma sambil mengekor di belakang Kyu. “ Anhi… Ada insiden kecil di jalan tadi.” “ INSIDEN?” mata Eomma membulat. Sekarang posisi Eomma tepat di depan Kyu. Menatap Kyu dengan tatapan penuh tanya, penuh kecemasan. “ Tapi aku tidak apa-apa, Eomma…” Kyu melepaskan dasi dan menggantungnya di balik pintu. “ Kau diserempet?” “ Lebih parah dari itu… Ngng, maksudku… Tidak lebih dari itu, a-nggg… Tidak separah itu.” Lihatlah Kyu pun dibuat grogi bahkan ketika Kwang Min sudah tidak berada di dekatnya. ^^^ @Kwang Min’s House “ Apa yang terjadi Tuan Muda?” tanya kaki tangan Appa yang saat itu tengah berdiskusi dengan salah satu supir di kediaman Jo. “ Tidak apa-apa” jawab Kwang Min malas. Ia pun berteriak seperti biasanya sepulang sekolah dan beberapa pelayan langsung mengerumuninya. Melepaskan dasi, membawakan tas, membawakan handuk dan melepaskan sepatu dan kaos kaki. Ini namja 17 tahun apa anak kecil baru lulus PAUD? -_- semua serba diladeni. Kwang Min POV “ Langsung siapkan air hangat. Aku ingin berendam!”suruhku pada ke enam pelayan rumahku yang cukup baru. Ya~! Mereka baru di sini. Sudah banyak pelayan silih berganti di rumahku. Kalau sampai pelayanan mereka tidak memuaskan, kupecat mereka hanya dengan sekejab mata. “ Baik Tuan Muda…”salah satu pelayanku pun melangkah pergi. Kuharap dia memenuhi keinginanku untuk berendam sore ini. “ Ini Tuan Muda…” ini dia, pelayanku yang lain membawakanku sesuatu. Aromanya seperti cokelat. Kulirik isinya. Ya memang cokelat. Aku pun meraihnya dan mencoba meneguknya. Kuseruput sedikit. Ini tidak buruk. Rasanya persis cokelat bikinan – ah lupakan. “ Airnya sudah siap Tuan Muda…” “ Baiklah…”kuletakkan cangkir cokelatku yang tinggal setengah. Tapi saat aku hendak berdiri, aku merasakan ada tangan yang menahan bahuku sehingga aku kembali terduduk. Kupikir kurang ajar sekali bila pelayanku yang melakukannya. Ah, ternyata memang bukan. Eomma -_- “ Jo Kwang Min!” “ E-eomma?”kututup luka di sudut bibirku sampai Eomma menatapku curiga dan memintaku untuk membukanya. “ Kau baru saja berkelahi? Dasar anak nakal!”bentak Eomma sambil menjewerku. Aduh kuku Eomma panjang sekali, telingaku sampai sakit. “ Tidak Eomma. Demi Tuhan aku tidak berkelahi, hanya saja….”kuhentikan omonganku. Apa iya aku akan mengatakan kalau aku terluka karena dihantam seorang –yeoja-? Andwae!!!!! “ I-iya Eomma aku berkelahi” Aduh! Bicara apa aku ini! “ A- tidak Eomma! Maksudku, aku dipukul oleh seseorang di jalanan tadi” “ Meragukan. Ehm, kalian berenam kembali berkerja. Biar dia saya yang urus.”kata Eomma pada keenam pelayanku. Bagus. Pasti dalam hati ke enam pelayan itu menertawakanku habis-habisan. Awas saja sampai kedapatan membicarakanku dan tertawa karena itu, kupecat kalian! “ Mrs. Wiosna menelpon Eomma.” DEG! (Wiosna=Math Teacher) *Bentar-bentar, di School of Performing Arts Seoul ada pelajaran Matematikanya nggak ya? LOL* “ Mianhae Eomma… Itu sudah hasil maksimal…”kataku sambil menunduk. Aku tidak berani menatap mata Eomma. Rasa bersalah dan kesal bisa campur aduk. Oh My goodness. “ Kau tahukan Young Min sekarang? Tidak bisakah kau mencontohnya? Matematika saja nilaimu buruk terus! Kapan kau mau maju? Eoh, sepertinya Eomma harus melakukannya.” Eomma mengangguk-angguk sementara aku kebingungan dengan maksud Eomma. Apa yang akan terjadi? Kalian dengar kan? LAgi-lagi Eomma membandingkanku dengan anak kesayangannya itu. Cukup! ^^^ Kyu POV Alamatnya benar kan? Wah rumahnya besar sekali. Tunggu sebentar, ini rumah atau kerajaan ya? “ Nona, apakah kau Kyu Rie?” “ Ne. Anyyeong…”jawabku berusaha seramah mungkin. “ kalau begitu lewat sini” Ahjusi berjas abu-abu itu pun mengantarku masuk ke rumah mewah tersebut. Kuharap aku bisa menemukan pangeran di sini. Persis di negeri Dongeng. Saat aku sudah benar-benar masuk rumah… Yang kulihat hanya satu, sepertinya itu namja. Ia sedang berbalik badan dan menungging-nungging ria. “ Ehm… Tuan Muda…”Ahjusi itu mulai memanggil dan namja itu membalikkan badannya. “ HEH! Kenapa yeoja aneh dan gila ini bisa di sini! Kau pungut dari mana dia Ahjussi? Jangan biarkan dia mendekatimu. Dia berbahaya!!!!!”ceracau namja itu heboh. Seperti melihat napi kabur dari tahanan saja gaya bicaranya >,< Kuhajar kau! Apa jangan-jangan ini rumahnya? Aniyo!!!! Sial sekali aku! Siapa namanya? Jo Kang In? Dasar Kang In pabo! “ Aniyo Kwang Min-ah! Sopan lah sedikit!” Tiba-tiba ada seorang Ahjuma dengan rambut sebahu agak pirang turun dari tangga dengan anggun. WOW, dia cantik sekali. Oh, berarti dia Jo Kwang Min. ya~! Nama yang jelek! Tidak seperti namaku, Kyu Rie *pede akut ni si Kyu* “ Nyonya, ini dia orangnya” kata Ahjussi itu sedikt membungkuk. Aku pun ikut membungkuk dan member salam. Kyu POV end. Author POV “ Apa kau Kyu?”tanya Eomma Kwangmin. “ Ne. Naneun Kyu imnida” Kyu kembali membungkuk dan memasang senyum terbaiknya. “ Baguslah kau datang tepat waktu. Sekarang kau bisa mulai bekerja” “ Mwo? Bekerja apa Eomma? Jangan bilang dia pelayan baru di sini?” “ Jaga bicaramu. Dialah guru privat Matematika mu mulai detik ini” “ MWO?” Kwang Min terbelalak. Kyu pun tak kalah shock. Menjadi guru Kwang Min? Bukankah mereka berdua sebaya? Ini pasti mimpi. Buru-burru Kyu menampar pipnya berkali-kali. “ Ada apa?”Eomma Kwang Min pun mulai merasa ada yang janggal melihat tingkah Kyu yang sedikit aneh itu. “ Apa kubilang, dia ini yeoja sinting Eomma!”tandas Kwang Min yakin. “ Kwang Min-ah! Sudah berapa kali Eomma menyuruhmu untuk bicara sopan?”sergah Eomma dengan intonasi tinggi. Bahkan langit-langit rumah bergema dan lampu gantung sampi bergoyang-goyang. Kwang Min pun menunduk sambil mengepalkan tinjunya. “ Sekarang kau ke kamar dan belajarlah sebaik mungkin”suruh Eomma. “ mwo? Ke kamar? Eomma menyuruhku ke kamar dengan yeoja sin… ah maksudku… aish aku tidak mau! Dia bisa melemparku lewat jendela.” “ Bicara apa kau ini -_- Eomma akan kembali ke kantor. Kyu, silakan kerjakan tugasmu. Aku mempercayaimu” Eomma Kwang Min pun tersenyum sangat manis kea rah Kyu dan membuat hati Kyu tersenyuh. “ ne…” Kyu membalas senyum Eomma Kwang Min dan mulai mengumpulkan tenaga untuk mengahdapi makhluk yang semoga saja hampir punah ini -_- *lu kate badak bercula?* Setelah Eomma pergi… Kwang Min menghempas bokongnya pada sofa impor kesayangan Eomma nya lantas berteriak kencang sekali. “ Berisik!!!!”tukas Kyu. Kwang Min melongo, dalam hati ia berkata, berani sekali yeoja itu mengataiku berisik? -_- “ Sekarang ambil buku-bukumu dan bawa kemari”suruh Kyu berusaha sabar. “ Kau pikir aku mau diajar oleh guru privat sepertimu? Cih!” Kwang Min menjulurkan lidahnya. Kyu menarik nafas dalam-dalam dan mencoba untuk duduk. “ Heh! Siapa yang menyuruhmu duduk di sana? Menyingkirlah! Heh!” Kwang Min mengusir Kyu menggunakan bantal sofa. Persis seperti anak kecil usia TK -_- TBC RCL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar