/* Circle Text Styles */ #outerCircleText { /* Optional - DO N
nisawidik
Welcome on Nisa's World
Halo teman! Kamsahamnida for coming and visit my blog. Hope you terhibur dan ini semua hanya fiktifnya author cantik kalian yang hobby banget ngayal ini. ahihihi
JAngan lupa follow wordpress ku juga di www.nibasami.blogspot.com ya :)
JAngan lupa follow wordpress ku juga di www.nibasami.blogspot.com ya :)
Kamis, 12 Juli 2012
COOKING IN LOVE
CHAPTER 1
TITTLE : COOKING IN LOVE
AUTHOR : Annisa Widi Astuty
MAIN CAST : Jo Kwang Min & Bora (as you)
What The Hell
Summary : Aku pun mulai membatin yang jelek-jelek. Dari dulu dia tidak pernah berubah ya? Kenapa aku harus bertemu dengannya lagi sih? Kenapa Appa melakukan semua ini? Appa pasti sengaja! Padahal Appa tahu aku dan Kwangmin sama sekali tak pernah akur. Lantas apa maksud Appa?
Appa mengajakku ke rumah temannya. Sebenarnya aku tak ingin ikut, tapi Appa mengancam tidak akan membelikanku sepatu basket yang baru kalau aku tidak ikut dengannya. Terpaksalah aku ikut. Aku harap ada sesuatu yang menarik di rumah teman Appa kunanti supaya aku tak bosan dan tak harus memandangi kuku-kuku tanganku saja dan mematung mendengar pria-pria paruh baya ngerumpi (?)
“ Appa? Untuk apa kita kemari?” tanyaku sambil mendongak ke atas melihat rumah yang cukup tinggi itu. Orang kaya? Ne…
“ Ikut saja.” Appa tersenyum lantas merangkulku. Aku pun ikut saja dan kutemui sosok pria beruban membukakan pintu. Appa pun tak segan memeluk pria itu akrab seperti melepas rindu. Kudengar teman appa ku ini lama di Eropa dan baru seminggu lalu dia kembali ke Korea.
“ Mari masuk. Kami sudah menunggu sejak tadi,”
“ Ow? Benarkah? Mana istrimu?”
“ Dia di dalam. Mungkin sedang berdandan. Dia memang ingin selalu terlihat sempurna. Haha”
Mwo? Sudah kuduga pasti akan garing. Aish, harusnya aku tadi kabur saja. Bodoh sekali!!!!!!!!
Appa dan temannya yang belum kuketahui namanya itu pun masih akrab berbincang sampai kudengar namaku disebut-sebut. Mwo? Dia tahu namaku ya? Oh… apakah aku setenar itu? *plaaaaaaaaak.
Appa menarik lenganku dan aku pun terpaksa tersenyum(lagi). Padahal pipi-pipiku sudah keram harus tersenyum sepanjang waktu. Merepotkan sekali.
“ Kau Bora kan? Wah… kau sudah besar :D masih ingat kah kau pada Paman?”kelakarnya sampai kulihat wanita paru baya datang menuruni beberapa anak tangga.
Akan kupanggil dia bibi saja.
“ Ya. Aku Bora, maaf aku tak ingat siapa paman.” Aku pun menyikut Appa dan Appa mebisikkan sesuatu ketelingaku. Mwo? Ternyata dia Paman Kim. Paman Kim? Berarti dia Bibi Sulli? Kalau ada Paman Kim dan Bibi Sulli, itu artinya… Tunggu!
“ Omo! Cepatlah kemari.” Seru paman sambil melongok kebelakang. Aku pun harap-harap cemas.
“ Ppali! Ppali! Ppali!… jangan murung begitu…”
Andwae!!!!!!!
Aku rasa mataku membesar dua kali lipat karena makhluk di hadapanku ini. Huh? Aku tak bisa melupakan siapa dia, tapi aku juga tak ingin mengingat namanya. Aish… namja itu!!!!!!
“ Ayo, beri salam pada Paman Dong Wook. Kau ingat padanya kan? Hahaha.”
Ayo Bora! Jangan menengok kearahnya! Matamu akan meledak kalau sampai menatap wajahnya yang aneh itu. Please Bora… Jangan menolehhhhh….
“ Bora! Apa yang kau lihat? Kwangmin ada di sana.”
“ Anni. Tidak usah juga tidak apa-apa Paman,”sungutnya.
Aku pun mulai membatin yang jelek-jelek. Dari dulu dia tidak pernah berubah ya? Kenapa aku harus bertemu dengannya lagi sih? Kenapa Appa melakukan semua ini? Appa pasti sengaja! Padahal Appa tahu aku dan Kwangmin sama sekali tak pernah akur. Lantas apa maksud Appa?
Oke. Aku merasa bosan sekarang. Apalagi sekarang jangkauan pandanganku menyempit karena keberadaan Kwangmin di sana. Baiklah aku akui ini rumahnya dan wajar ia berada di sana. Tapi yang aku sesalkan, kenapa harus dia? Tunggu! Youngmin-ah? Kenapa ia tidak terlihat dari tadi? *plaaaaaaaaaaaaaaaak.
“ Iya. Aku sudah mempersiapkan semuanya. Mereka tinggal menjalankannya saja.”
Lagi-lagi Paman Kim tertawa lebar. Yang aku takutkan kalau-kalau ada lalat yang masuk ke tenggorokannya. Tanpa sengaja aku melihat Kwangmin yang melipat-lipat wajahnya di sana. Huh! Siapa juga yang ingin menatapnya lama-lama. Seperti tak punya pekerjaan lain saja. What the hell!
“ Kwangmin… kau tidak rindu pada Bora?”goda Bibi Sulli yang aku akui masih terlihat awet muda di usianya yang sebaya dengan Appa. Bibi Sulli cantik dan ramah. Sekali lagi beda jauh dari anaknya yang childish dan menyebalkan diujung sana!
“ Mwo? Aniyo!” seru Kwangmin sambil bergidik. Aku pun melembungkan kedua pipiku saking kesalnya. Kau pikir aku rindu padamu ya? Hueeeeek. Aku butuh seribu kantung muntah!
“ Ayolah, kalian berdua ini kenapa?” Paman Kim terlihat berdiri sambil menggandeng Bibi Sulli. Appa? Apa-apaan? Appa juga ikut-ikut berdiri? Tak banyak pikir lagi, akupun langsung menarik ikat pinggan Appa yang sedikit menujam keluar itu.
“ Appa mau kemana?”
Appa tetap memaksa pergi. Ini gila! Aku harus ikut Appa! Jangan sampai aku ditinggal dirumah hantu seperti ini.
“ Wae? Kau takut? Huh…” aku seperti mendengar suara nyamuk. Nyamuk raksasa. Ya! Lebih tepatnya itu. Ayolah, jangan pancing emosiku.
“ Sudah lama. Semenjak kau kupermalukan di hadapan anak-anak.”
“ Mwo? Apa maksud………….____mu?”
Aku kaget mendapati Kwangmin sudah berdiri petentengan di hadapanku sambil mengangkat dagunya. Oh… dia sudah lebih tinggi dariku ya? Hm…. Dulu dia hanya sebahuku. Tapi sekarang? Aku hanya seketeknya. Aduh, memalukan sekali ini.
“ Hei! Apa yang kau lakukan? Jangan kurang ajar ya!”bentakku kala Kwangmin mengendus-endus kearahku. Sebenarnya dia waras atau tidak? Bodoh!
“ Kau bau sekali.”cetusnya.
“ Apa kau bilang?”
“ Ne. kau bauuuuu sekali.”
“ Heh, jangan sembarangan ya!”
“ Tapi itu kenyataannya. Kau tak bisa mengelak.”
Argh…………………………………………….. Kwangmiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin. Kurasakan tanduk merah di kepalaku mencul. Ndus!ndus!ndus! Aku mulai mengendus seperti banteng yang akan mengamuk habis-habisan.
“ cari apa?” selidik Kwangmin saat mataku mulai menyapu kesekeliling.
“ Bukan apa-apa.”
“ Kau cari saudara kembarku kan?”
“ T-tidak!”
“ Iya!”
“ Tidaaaak!”
“ Pasti iya!”
Aisssssh. Akupun menghempas tubuh Kwangmin kuat-kuat. Tapi namja itu kokoh juga, karena ia tidak terpental.
Tapi? Appa kemana? Kalau begini aku ingin pulang saja!
Aku pun berlari kecil menuju keluar rumah. Kuharap aku menemukan Appa di luar. Bila tidak kutemukan, sudah kuputuskan aku akan pulang sendirian dan mengadukan ini pada Eomma.
To Be Continue
Rabu, 11 Juli 2012
TEARS
Tittle : Tears
Author : Nisa Widi
Youngmin mendesah,
"capek sekali..."
Member lain pun tak segan untuk menghempas bokong mereka masing-masing ke atas sofa.
"kado-kado ini benar-benar memuakkan!"Youngmin melempar sebuah kotak warna pink pada tumpukan kotak-kotak kado lain yang sudah menggunung di pojok sana.
"benar juga..dorm kita bisa penuh sesak oleh kado"maknae menimpali.
"wah...aku dapat kaos gambar pikachu!"sorak Kwangmin autis. Ia baru saja membuka salah satu kadonya.
"kenapa mereka tidak memberiku kamus saja sekalian..."kelakar Jeongmin mengetahui isi-isi kadonya di dominasi buku.
Aih, ini pasti karena Jeongmin Fact yang dibuat oleh Reflection -..-
"lain kali akan kubuang saja dihadapan mereka.."sungut Youngmin yakin.
"maksudmu apa?"tuding Hyunseong ragu.
"lagipula aku senang menerima semua ini. Kau tau? Ini artinya fans kita mencintai kita. Harusnya kau bangga! Jangan kecewakan mereka Youngmin-ah"daulat Kwangmin imut (anak kecil nasehatin hyung nya. Beuh!)
Youngmin menghela nafas panjang.
" itu terserah padaku!" Youngmin beranjak pergi meninggalkan ruang tengah.
Dongyun, Hyunseong, Jeongmi, Kwangmin, dan Minwoo saling lirik.
Sebenarnya apa masalah anak itu sampai sentimen seperti itu pada fans nya? Huh.. Betapa tidak, para d-namites, harmonies, reflections, champions, illuminates, bahkan royalties sudah membela-belakan untuk membeli kado-kado untuk Boyfriend mereka...! Harusnya Youngmin bisa berpikir dewasa!
Tidak childish seperti ini!
Minwoo : mungkin dia terlalu kelelahan *membantu Kwangmin membereskan kado-kado Youngmin.
Jeongmin : lemparkan padaku satu! *serunya saat Kwangmin memegang sebuah kado ukuran cukup besar.
Kwangmin : kau mau apa?
Jeongmin : aish..cepatlah!kalau Youngminnie tidak mau, aku juga mau... Kekeke
Kwangmin : ini! *lempar kado
Donghyun : pasti dia dapat i-pad... Lihat aku dapat apa? *pamerin boneka pisang(?)
Jeongmin : ani..haha apa-apaan ini? Edittan foto? Wah.. Tapi yeoja ini manis juga...*terkikik.
Hyunseong : *merebut foto dari tangan Jeongmin* waaah. Kau benar! Tapi aku pasti menjadikannya yeojachingu-ku kalau bibirnya lebih sedikit mungil. Haha!
Minwoo : *penasaran* maksud hyung apa?
Hyunseong : Ne! Bibir yeoja ini mirip sekali dengan Kwangmin...
Kwangmin : mwo? *lari ketempat hyunse hyung dg autis.
Donghyun : *ikut ngeliat foto* maksudmu apa?
Hyunseong : ne. Haha. Mulutnya lebar sama sepertimu*colek Kwangmin.
Kwangmin : jinjja! Mulutku tidak lebar! Hanya bibirku saja yang sexy *monyong2
Minwoo : astaga kau lucu sekali, Kwangmin-ah.. Aku saja sampai lupa tertawa *celetuk minwoo datar.
"jangan-jangan dia jodohku.."Kwangmin mulai bergerak autis sambil mengguncang-guncang tubuh Donghyun yang hampir selalu terlihat galau itu.
"Kwangmin! Hentikan! Kupukul kau!"Donghyun pun mengejar Kwangmin seperti tikus mengejar kucing(?) (0.o)
"Heh! Bisakah kalian tenang? Aku ingin tidur!" sergah Youngmin galak. Wah, tumben sekali Youngmin frontal begitu..
Jeongmin dan Minwoo saling sikut.
"Mwo? Kau tau kau lebih muda dariku! Harusnya kau tak membentak seperti itu!"Donghyun naik pitam. Kali ini Youngmin tak minta maaf.
Padahal biasanya ia takut sekali melihat Donghyun marah seperti itu --"
BRAK!
Itu suara pintu kamar yang dibanting.
"Mwo?'Kwangmin melirik Donghyun hyung sebentar dan menggedor-gedor pintu kamar.
"Youngmin-ah!" Dhar..Dhar.. Dhar..
" buka! Kalau kau kunci pintunya..kau suruh aku tidur dimana???"
Dhar.. Dhar.. Dhar..
Tidak ada jawaban.
Kwangmin mendesah
" sudah.. Tidur di sini saja"
Mwo? Double what? Jinjja?! Andwae!
"kau saja hyung! Kau yang tidur di sofa! Biar aku tidur sekamar dengan..."Kwangmin kumat autis dan menyenggol-nyenggol lengan Donghyun yang sedang bad mood itu.
"Hajima! Aku tidak mau sekamar denganmu!"
"Jinjja? Wae hyung?"*pasang muka melas.
"tidurmu berantakan! Bisa-bisa kau tendang aku ke lantai. Aku tidak mau! Kau juga sering mengigau yang aneh-aneh kan? Aku pernah lihat saat itu kau hampir mencium Youngmin.. Itu menggelikan! Bukan begitu?" kenang Donghyun kemudian. Rupanya selera humor leader kita sudah kembali...
Kwangmin :*pasang muka autis
"oke. Aku tidur diluar!"desah Kwangmin pasrah.
.
.
.
Ke esokan harinya..
Donghyun membangunkan ke lima adiknya(?)
"ne!aku sudah bangun!"cetus Jeongmin lantas mengguncang tubuh maknae.
"aish..biarkan aku tidur lima menit lagi...semalam aku menemani kwangmin nonton bola.hoa a a amz"
"Ani..tidak ada alasan lagi" Donghyun menarik selimut yang dipakai Minwoo.
"Hyu u u ung..."jerit Minwoo.
.
.
.
"hyung.. Youngmin-ah belum membuka pintu"adu Kwangmin.
Donghyun memicingkan matanya dan mulai menggedor pintu,
" Youngmin-ah! Bangun dan buka pintu!" Dhar.. Dhar.. Dhar..
CKILIT..NGIK..
(suara pintu(?) terbuka) ^^
Youngmin memandangi 5 member lain dengan dingin.
"mwo?"tukasnya >.<
"aish, mulutmu bau hyung"kelakar Kwangmin sambil mengipas-ngipas hidungnya.
Youngmin : diamlah..*jawabnya tenang. Stay cool.
Donghyun : untuk semalam, aku minta maaf. Apa perkataanku semalam menyinggungmu?
Youngmin : aniyo.
Hyunseong :*baru keluar kamar mandi* Youngmin-ah? Annyeong!
Youngmin : *melirik Hyunseong sebentar dan menepis pandangannya.
Kwangmin : tidak usah mandi! Langsung ganti saja*menyodorkan baju.
Youngmin : mwo?
Minwoo : tapi kau harus sikat gigi...*Minwoo terkekeh.
Jeongmin : hahaha. Bau mulut PRINCE OF CHARISMA tidak akan membuat fans nya pingsan..hahaha, paling-paling hanya melting di tempat.
Youngmin :*terlihat menahan tawanya.
.
.
.
Hari ini BOYFRIEND perform di dahsyat (impossible -..-)
Kembali lagi..
Youngmin!
Kwangmin!
Donghyun!
Minwoo!
Hyunseong!
Jeongmi i i i i i i in!
Double what?!
" ayo? Siapa fans yang beruntung hari ini..muahaha"kelakar si MC yang berwajah biasa-biasa saja itu.
"BAGAIMANA KALAU KAU SAJA?" MC itu menarik seorang yeoja yang mengenakan atribut lengkap all about BOYFRIEND.
Gelangnya terpatri huruf hangul nama minwoo.
Bandonya terpampang nama Youngmin...
Sneakers merah seperti yang dipakai Kwangmin di The MTV Show..
Kipas bergambar wajah Donghyun..
Kalung yang ada tulisannya Jeongmin..
Dan gelang di tangan kanan yang juga terpatri nama hyunseong.
Tapi apa yang dia pegang? Dia pegang poster Youngmin dan ...
MC : KENALKAN PADA KAMI SIAPA NAMAMU...
Yeoja lucky : Nana imnida
MC : SIAPA BIASMU?
Nana : *tersipu.
Hyunseong : jinjja? Itu yeoja di foto kemarin.*bisik nya ketelinga Kwangmin.
Kwangmin : mwo?*kaget.
Youngmin pun mulai tidak mood. Ah? Royaltie lagi! Kado lagi!
"wah! Kau bawa apa untuk mereka?"
"ne. Ini... " memberi Donghyun boneka pisang(lagi).
"kamsahamnida..." ia pun memeluk Nana seperti memeluk adiknya. Wah..jadi rindu orang rumah :')
"ini untuk oppa "memberi Jeongmin sesuatu di dalam kotak kado.
"apa isinya?buku?"terkanya.
Nana menggeleng."hanya sesuatu yang tidak berharga.tapi kumohon agar oppa selalu memakainya.."suaranya terdengar lirih. Masih ada 3 lagi sebelum hadiah ini sampai ke tangan Youngmin. Hhh-
"akan kupakai! Gomawo!"ia juga memeluk Nana agak lama sampai si MC menyuruh untuk melepasnya. Kekeke
"untuk hyunse oppa"
"gomawo, ne" memeluk Nana lagi. Jinjja? 3 kali dapat peluk? Hwuahaha. Pengen...n
"Kwangmin oppa?"
"Ne." Kwangmin senyum aegyo sekali. Nana sempat tertawa...
"kamsahamnida!aku akan sering-sering menulis di sini."janji Kwangmin. Ia hanya tersenyum geje dan agak canggung memeluk yeoja ini...
"hei!peluk dia!"daulat MC itu geregetan.
"mwo? Nana? Kau mau kupeluk?"tawar Kwangmin dengan sangat geje --"
Kwangmin pun langsung memeluk Nana gemas seperti ia memeluk pikachu raksasanya di rumah. Huwaa pengen!>,<
"sekarang lepaskan dia.."suruh Jeongmin mendapati Nana sudah sesak nafas. Hohoho.
Kwangmin pun melepas pelukannya dan membiarkan Nana melanjutkan misi(nya)?
"ini kalung untuk oppa..."
"wah!daebak! Kamsahamnida xD" *PELUK NANA SEBENTAR.
Youngmin!
Youngmin!
Selangkah lagi..
Nana meneguk ludahnya keras-keras sampai ia tepat berada di depan idolanya itu..
Deg!
Setelah memberi Minwoo kalung, Nana melangkah ragu tapi senang ke arah Youngmin...
5 member lain menatap tegang...
Youngmin POV
Apalagi yang akan aku dapat? Sampah?
Kulihat ia sangat girang melihatku. Aku cuma tersenyum tipis saat kamera menuju kearahku.
"Ini untuk oppa"
Mwo? Ia memberiku syal jelek seperti ini? Apa dia tidak tahu aku punya banyak yang seperti ini bahkan jauh lebih bagus dari ini.
Tak sengaja aku melirik kearah Donghyun hyun dan yang lain. Kenapa mereka menatapku seperti itu? Aish..
"mwo?oppa tak suka?" tanya yeoja itu polos. Aku pun menggenggam erat syal berwarna putih yang ada namaku itu.
Aku ingin sekali merealisasikan omonganku semalam..
Youngmin POV end..
AUTHOR POV!
Tapi saat Youngmin hampir saja menghempas syal di tangannya...
" syal ini aku buat sendiri khusus untuk Youngmin oppa :') karena aku senang melihat oppa memakai benda-benda berwarna putih, jadi aku buatkan syal yang putih. Hiks" perkataan Nana terhenti. Ia menangis duluan.
Tepuk tangan tumpah ruah menyemangati Nana agar menyelesaikan perkataannya.
"Haha.."Nana pun tertawa disela-sela tangisnya.
" ne. Syal ini aku buat sejak tiga bulan lalu..." Nana mulai menyeka air matanya.
Hati Youngmin kebat-kebit. Ia pun mengurungkan niatnya untuk membuang syal itu dan fokus pada perkataan Nana.
" pakai ini" kata Jeongmin yang kebetulan membawa sapu tangan yang ia simpan di kantong celana.
" gomawo oppa :')" Nana menyeka air matanya lagi.
Youngmin semakin kebat-kebit melihat air mata itu. Rasanya risih sekali!
"Bahkan aku sempat membela-belakan untuk menyelesaikan ini saat aku sakit. Eomma sampai memarahiku karena aku terlalu keras kepala. Hhh~ tapi aku tidak tahu kalau oppa tidak suka dengan hadiahku ini.. Tenang saja, oppa boleh membuang atau membakarnya. Aku tidak apa-apa. Asalkan oppa jangan membenciku T.T" isakan Nana semakin menjadi-jadi. Ia pun sampai jongkok dan membenamkan kepalanya.
"Hyung.. Lakukan sesuatu" bisik Minwoo.
Youngmin menghela nafas panjang dan langsung melilitkan syal pemberian Nana ke lehernya. Hm. Hangat.
"N-Nana.."panggil Youngmin lembut. Nana masih membenamkan wajahnya.
"Nana! Kumohon.."pinta Youngmin dengan sangat.
Perlahan Nana mengangkat kepalanya. Betapa ia terharu melihat Youngmin memakai syal buatannya.
" Mianhae.. Aku tidak bermaksud membuatmu menangis" Youngmin pun merebut sapu tangan pemberian Jeongmin tadi dan menyekakan air mata Nana yang membeludag.
Kami mendengar teriakan histeris dr fans lain.
" Kau tidak perlu menangis. Karena aku akan memakai ini terus. Ini hangat..." kata Youngmin lembut. Ia lalu menyeka lagi sebutir air mata yang baru saja menetes di pipi Nana kemudian merangkul yeoja manis ini dan membiarkan ia berdiri kembali.
"Whaha..kau romantis juga" goda Donghyun kemudian.
"Ani.."pungkas Youngmin malu.
Ia pun turut memeluk Nana seperti yang dilakukan 5 member lain.
"Kamsahamnida, ne?"
"ne oppa :')"
End
Langganan:
Postingan (Atom)
