/* Circle Text Styles */ #outerCircleText { /* Optional - DO N

/* Circle Text Styles */ #outerCircleText { /* Optional - DO N
nisawidik

Welcome on Nisa's World

Halo teman! Kamsahamnida for coming and visit my blog. Hope you terhibur dan ini semua hanya fiktifnya author cantik kalian yang hobby banget ngayal ini. ahihihi
JAngan lupa follow wordpress ku juga di www.nibasami.blogspot.com ya :)

Minggu, 29 April 2012

ABOUT KWANGMIN : Surat Untuk Kwangmin BOYFRIEND

This is Cerpen karya Nisa yang bener-bener pendek dan bener-bener udah jadi. Saking terobsesinya sama KwangMin Oppa jadi apa-apa ada Kwangmin nya. hehe.... Ini udah ada hak ciptanya lho ya... Punya aku dong, bikinan aku .... ugh, senengnya, tapi agak serem juga sih ya? jangan sampai terjadi deh. hihihi. *ampun Champion! Kwangmin tetep hidup kok, cuma cerita doang. hihihi.

“ Kembalikan saja buku itu padanya…” gumam Andini seraya menjejalkan buku paket ke dalam tas. Olen memandang sampul buku bercover hitam itu lekat dan mengulum senyum. “ Bukankah aku juga bisa memilikinya?”gumam Olen. “ Tentu saja kau bisa! Asal kau berusaha…” sahut Andini yakin.
            Hari mulai malam. Olen belum juga terlelap. Ia gelisah menanti esok hari yang kian pendek. Akankah ia mengembalikan buku tersebut pada pemiliknya? Atau ia akan menyimpan itu selamanya tanpa diketahui siapa-siapa selain dirinya?
Tidak! Buku ini harus aku kembalikan! cetus Olen yakin. Ia pun terlelap dengan selimut menutupi wajahnya.
***
            “ Kukembalikan…”lirih Olen sambil menundukkan kepalanya. Kwangmin mengangkat dagunya, “ Milikku, ya?” ia pun meraih buku tersebut. Nafas Olen memburu. “ Darimana kau dapat ini?,” selidik Kwangmin kalem. Olen menggeleng. Apa maksudnya? Kenapa tidak jujur saja? Lagipula dia jelas tidak mencuri, harusnya Kwangmin berterimaksih pada Olen masalah itu.
“ Kalau kau tidak menjawab, ya sudah, terimakasih…”pungkasnya dengan senyum tipis. Sampai detik itu Olen masih terus menunduk…makin dalam… dalam… dalam… dan ia meneteskan air mata. Ia terduduk sambil melipat kakinya dan memeluk lututnya. Menangis sesengukan.
Mungkin sekarang terlambat untuk menceritakan semuanya. Olen merasa serba salah ketika ia tidak menjawab pertanyaan Kwangmin. Itu tidak mungkin terulang kembalikan? dan Olen pun memarahi dirinya sendiri. Ini konyol! Harusnya Olen menjelaskan padanya bahwa buku itu ia temukan di bawah pohon di taman sekolah sewaktu sore hari pada waktu hujan. Sungguh, Olen telah menyelamatkan buku tersebut dari tetesan air yang pasti akan menyobeknya secara alami bahkan sampai tinta-tintanya luntur dan tidak bisa terbaca lagi.
            Seandainya waktu bisa terulang lagi, Olen akan menjawab pertanyaan tadi dengan senang hati dan tanpa gugup sedikit pun, namun apa daya Kwangmin telah pergi bersama buku itu, tidak mungkin buku itu kembali lagi ke tangan Olen sementara seminggu setelah kejadian memalukan tersebut terjadi, Kwangmin sudah tidak bersekolah lagi di SMA N 1 Tormentor. Tahu kemana dia? Kini ia berada di surga… ditemani malaikat-malaikat penjaga yang ia yakini lebih cantik jelita daripada dirinya yang kini menanti sosok lain yang bisa menggantikan Kwangmin di dalam hatinya. Padahal, Olen sudah menyiapkan surat ini sejak jauh-jauh hari.

Untuk  Kwangmin
di mana pun kau berada…

Aku tidak tahu sedang apa kau ketika kau membaca surat bodohku ini. Kau juga pasti menanyakan hal ini, “ siapa yang mengirim surat ini untukmu?” . maaf, aku belum bisa mengatakan ini semua…. Senja, kau selalu duduk bersama buku bersampul hitam itu, dan saat itu aku belum pulang menunggu sampai kau beranjak dari dudukmu… satu hal yang ingin aku katakana lewat surat kumuh dan tidak penting ini, AKU MENGAGUMIMU dari atas sampai kaki…
                                                                        Tertanda…

                                                            Your secret Admirer

Sekarang, surat itu Olen simpan baik-baik di dalam lacinya dan ia membungkusnya di dalam amplop merah jambu meski ia sendiri tahu, surat tersebut belum sempat ia kirimkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar