/* Circle Text Styles */ #outerCircleText { /* Optional - DO N

/* Circle Text Styles */ #outerCircleText { /* Optional - DO N
nisawidik

Welcome on Nisa's World

Halo teman! Kamsahamnida for coming and visit my blog. Hope you terhibur dan ini semua hanya fiktifnya author cantik kalian yang hobby banget ngayal ini. ahihihi
JAngan lupa follow wordpress ku juga di www.nibasami.blogspot.com ya :)

Selasa, 18 Desember 2012

I Miss You

Maybe you can't hear my voice because I just silent and let my hear beat and my soul dance all night long. kekekek~

Aku Tahu

Ya... AKu tahu... Aku tahu saat itu... Sekarang? Apa yag aku lakukan? Duduk di terpa nagin semilir dan menunggu? Ya... Satu hal yang kuyakini.. Kau juga memiliki perasann yang sama seperti yang kurasankan sekarang ini.... I MISS You so much better :)

Chanyeol EXO K

Park Chanyeol Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Chanyeol Latar belakang Nama lahir Park Chan-yeol Lahir 27 November 1992 (umur 20) Seoul, Korea Selatan Genre Pop, dance, R&B Pekerjaan Rapper, penyanyi, penari Instrumen Vokal Aktif 2011–sekarang Label S.M. Entertainment Artis terkait EXO, SM Town Situs web exo-k.smtown.com Korean name Hangeul 박찬열 Hanja 朴燦烈 Alih Aksara yang Disempurnakan Bak Chan-yeol McCune–Reischauer Pak Ch'anhyŏl Park Chan-yeol (lahir 27 November 1992), dengan nama panggung Chanyeol adalah penyanyi Korea Selatan. Saat ini ia adalah anggota boyband EXO-K, subkelompok dari boyband Cina-Korea Selatan EXO. Ia adalah rapper utama di EXO-K. Daftar isi [sembunyikan] 1 Biografi 1.1 1992-2011: Pre-debut 1.2 2012-sekarang: Debut dengan EXO 1.3 Solo 2 Referensi 3 Pranala luar [sunting]Biografi [sunting]1992-2011: Pre-debut Chanyeol lahir di Seoul, Korea Selatan pada 27 November 1992. Ia bersekolah di Hyundai Chungun High School di Dong-gu, Ulsan. Ketika ia berumur 16 tahum, ia belajar di institut akting privat.[1] Ia bermain sebagai drummer, dengan band yang dibentuk di sekolahnya, dan memenangkan tempat kedua di kontes model televisi.[2] Chanyeol dimasukkan ke dalam SM Entertainment saat SM Casting System pada 2008. Bersama dengan anggota EXO lainnya, Suho dan Kai, ia membuat penampilan singkat dalam video klip TVXQ yang berjudul "HaHaHa Song" pada tahun 2008. Ia juga tampil dalam video klip Girls' Generation yang berjudul "Genie" dalam bahasa Jepang yang dirilis pada Agustus 2010. Ia anggota terakhir yang diperkenalkan pada 23 Februari 2012. [sunting]2012-sekarang: Debut dengan EXO Artikel utama untuk bagian ini adalah: EXO EXO debut di 2011 SBS Gayo Daejun pada 29 Desember 2011.[3] SM Entertainment merilis pers untuk mengumumkan boyband yang direncanakan akan debut pada Maret atau April 2011. Berita ini tidak dipermukaan sampai 11 Desember 2011, ketika SM Entertainment memperkenalkan anggota boyband yang baru itu dalam trailer secara individual.[4] Chanyeol muncul dalam trailer pada tanggal 23 Februari 2012. Prolog single "What Is Love" yang hanya dinyanyikan oleh Baekhyun dan D.O., dirilis pada 30 Januari 2012.[5] Grup ini merilis prolog single kedua yang berjudul "History" pada 9 Maret 2012.[6] EXO menyelenggarakan showcase pre-debut pertama di Seoul's Olympic Stadium, pada 31 Maret 2012, seratus hari setelah EXO debut trailer pertama mereka pada 21 Desember 2011. Sekitar 3000 penggemar dari 8000 pelamar dipilih untuk menghadiri penampilan mereka. Grup ini mengadakan showcase kedua dan konferensi pers pertama mereka di Aula Besar dari University of International Business and Economics di Beijing, Cina pada 1 April 2012.[7] Debut resmi tunggal single "Mama" dirilis pada tanggal 8 April 2012,[8] diikuti dengan sebuah EP, Mama, pada 9 April 2012.[9] Pada 8 April 2012, EXO-K menampilkan penampilan pertama mereka di program musik The Music Trend. [sunting]Solo Pada 3 April 2012, bersama dengan Baekhyun, Kai dan Sehun, Chanyeol tampil dalam video musik Girls' Generation-TTS yang berjudul Twinkle.[10] [sunting]Referensi ^ "Exo-K manual part 1: Suho, Baekhyun, Chanyeol ", Oh My News via Oh My Star, 11 Mei 2012. Diakses pada 12 Mei 2012. ^ "Exo-K’s Chanyeol at 2008 Smart Model Contest ", Hellokpop, 23 Maret 2012. Diakses pada 26 April 2012. ^ "EXO makes their debut at SBS ‘Gayo Daejun’". Allkpop. 29 Desember 2011. Diakses pada 17 Agustus 2012. ^ "SM Entertainment to debut new male group in March/April 2011". Allkpop. 9 Januari 2011. Diakses pada 17 Agustus 2012. ^ "EXO to release prologue single on January 30th". Allkpop. 26 Januari 2012. Diakses pada 17 Agustus 2012. ^ "EXO-K and EXO-M to release second prologue single, “History”!". Allkpop. 6 Maret 2012. Diakses pada 17 Agustus 2012. ^ "EXO to hold showcases in Korea & China, announces April debut". Allkpop. 26 Maret 2012. Diakses pada 17 Agustus 2012. ^ "EXO-K and EXO-M to pre-release their title track “MAMA” on April 8th". Allkpop. 5 Maret 2012. Diakses pada 17 Agustus 2012. ^ "EXO-K and EXO-M release “MAMA”!". Allkpop. 7 Maret 2012. Diakses pada 17 Agustus 2012. ^ "Girls' Generation_TTS Twinkle MV"

Rabu, 28 November 2012

SENYUM

20 Oktober 2012 SENYUM Api menjadi angin Air menjadi embun Air mata menjadi emas Kau rekahkan senyum pada sesunggingan bibirmu Kau menatap diriku lebih baik Dan aku merasa hidup Merasa beruntung dan ingin melayang Senyuman itu… Senyuman penuh kehangatan Penuh arti… Penuh misteri… Hari ini kubuka mataku Kubuka lagi dan kurengkuh cintamu… Mulai detik kuberhembus sampai takdir pisahkan kita 

SENYUM

20 Oktober 2012 SENYUM Api menjadi angin Air menjadi embun Air mata menjadi emas Kau rekahkan senyum pada sesunggingan bibirmu Kau menatap diriku lebih baik Dan aku merasa hidup Merasa beruntung dan ingin melayang Senyuman itu… Senyuman penuh kehangatan Penuh arti… Penuh misteri… Hari ini kubuka mataku Kubuka lagi dan kurengkuh cintamu… Mulai detik kuberhembus sampai takdir pisahkan kita 

Penggalauan

Di mana kah engkau... Hingga awan tak lagi putih.... Indah pelangi kini memudar... Matahari tak lagi bersinar... Awan putih menjadi gersang.... Suara gemuruh semakin tak tertahankan... Rongga cinta kian menganga.... Asmara hati terus membara... Duka lara serasa terkikis.... Impian lama mulai membumi.... Inginkan cinta bergandengan dan bersalam sapa.... Tiada hari tanpa desah kerinduan.... Hanya bisik yang mampu berkata.... Yang lalu semakin berlalu.... Obat rindu adalah kehadiranmu.

Gundah

25 Oktober 2012 Gundah By : nw (nisawidik) Dalam diam aku bercerita… Di antara badai aku berkata… Di antara duka aku tertawa… Di sela kasih aku bahagia… Sepucuk cinta mengalir seperti percikan keabadian Sehelai tawa mengahapuskan kerinduan Seutas nyawa mengayomi kemenangan… Sebait senyummu yang aku harapkan Bersama awan aku bernyanyi Lewati mimipi meski sulit kuakhiri Berharap kau hadir bersama indahnya mentari Hingga fajar tak mau lagi menjadi saksi Saksi bisu, cintaku padamu…

Selasa, 27 November 2012

LOVE IN MATH

Author : Annisa Widi Astuty (follow : @nisawidik) Cast : Jo Kwang Min Kyu Rie Jo Young Min Hyun Min Other… Length : Chapter CHAPTER 1 Hujan deras sukses mengguyur Seoul!!!! Kyu Rie pun memaksa membelah hujan hanya dengan perlindungan jas hujan warna merah jambu. “ Aduhhhh dingin sekali”gumam Kyu dengan bibir gemetaran. Tiba-tiba… PIMP PIMP! Suara klakson mobil barusan benar-benar membuat Kyu kaget dan akhirnya ia dan motor yang dinaikinya pun tersangkut di antara pepohonan. “ Awwww~!”jerit Kyu saat hendak bangkit dari jatuh tersungkurnya. Sementara itu, mobil sport hitam yang merupakan dalang dari semua ini ternyata masih pada posisinya tanpa ada seorang pun yang turun dari mobil dan menolong Kyu yang cukup memprihatinkan itu. “ Aduuuuh, sakit sekali lutut ku… Aish, sikutku juga…”gerutu Kyu sambil memberdirikan kembali motor (modelnya Scoopy warna biru)nya. Untung saja tidak parah. Dan setelah menyetandarkan motornya, bergegas Kyu menghampiri mobil sport hitam itu dengan gusar dan kalau dalam komik atau kartun, dari hidung Kyu bisa keluar asapnya dan kepalanya muncul tanduk, kemudian wajahnya berubah jadi merah. BRAK!BRAK!BRAK! Kyu menggebrak kaca mobil tersebut sekuat tenaga. Shreeeeet(?) kaca mobil pun terbuka. “ Hey~! Kau~! Kalau mengemudi yang benar! Jalan di sini luas! Haruskah kau mengklaksonku???? Kau membuatku kaget!!!!!!!!”ceracau Kyu seperti tanpa memakai titik maupun koma. Persis kereta express. Namja berkulit putih dan berseragam SMA itu pun melepaskan nerd glasses nya dan memicingkan matanya kearah gadis yang juga berseragam SMA tapi sepertinya mereka berasal dari SMA yang berbeda. Cklek(?) Namja itu membuka pintu mobil dan BUG! Bogeman Kyu sukses mendarat pada pipi kanannya. Namja itu langsung menghentikan aktivitasnya sebentar. Menyeka ujung bibirnya dan ia benar-benar keluar dari mobil dan berhadapan dengan gadis brutal di hadapannya. Menyambut hujan yang perlahan membuat almamaternya basah. “ Rasakan! Itu untuk lutut dan sikuku yang terluka karena ulahmu! Dasar pengemudi bodoh!”tukas Kyu semangat. Jangan macam-macam dengan atlit tae kwon do sabuk hitam seperti Kyu Rie ya -__-v “ Yeoja macam apa kau ini, huh?”tiba-tiba namja yang awalnya terlihat begitu kalem itu pun mengeluarkan suaranya. Deg! Kyu agak dibuat kaget. Suara namja ini mirip sekali dengan suara mendiang kakaknya. Kyu sempat melamun, melamun kearah tanda pengenal namja itu. Jadi namanya Jo Kwang Min. Dari almamaternya, dia pasti anak School of Performing Arts Seoul. Ya, pasti. “ Eh-ah-eoh?” Mendadak Kyu kehilangan kata-kata setelah lamunannya buyar. “ Dasar yeoja aneh! Tadi kau itu berjalan terlalu di tengah! Kau mau mati ya? Ini bukan jalan milik nenek buyutmu! Menepilah sedikit!”sungut Kwang Min balas ketus. Aduh, ada darah di ujung bibir sexy(?)nya. Mungkin sedikit luka akibat bogeman Kyu. Sesekali Kwang Min meringis kesakitan. “ Tapi…” intonasi Kyu menurun. “ Tapi…” intonasi Kyu kembali meninggi. “ Mwo? Mwo? Mwo?” tantang Kwang Min dengan mata melotot. Blush!Blash! Shlep! Semakin Kwang Min menggerakkan tubuhnya, wangi aroma lilac semakin tercium. Aish, wangi sekali namja ini, batin Kyu sambil menggosok hidung mancungnya pelan. “ Tapi suara klaksonmu membuatku kaget!” Kyu tidak mau kalah. “ Dasar yeoja kampungan! Memangnya selama ini bunyi klakson mobil yang kau dengar seperti apa, huh? Petok petok? Cit cit? Wek wek?” oke sekarang dia sedang membuat lelucon. Tapi benar juga, suara klakson kan memang seperti itu? Kyu menggaruk-garuk poninya. “ Dasar yeoja aneh, benar-benar tidak waras” Walhasil Kwang Min mengakhirinya dengan kata-kata barusan. Ia pun kembali masuk ke mobil dengan mood yang benar-benar hancur. Mood nya benar-benar jelek. Belum lagi tadi di sekolah saat pembagian hasil ulangan harian Matematika ia berasa di bully. Betapa tidak, ketika yang lain mendapatkan nilai 95 bahkan 100, dirinya hanya dapat 65. Sampai di rumah pasti dapat maklumat lagi dari eomma. Eomma akan membanding-bandingkannya lagi dengan Young Min. Young Min. Anak itu sekarang di Jerman. Anak itu kelewatan pintarnya. Bahkan dia ikut kelas akselerasi. Sekarang saja dia sudah kuliah di Jerman. Mengingat hal ini membuat Kwang Min jenuh. Kenapa ia harus terlahir kembar dengan anak laki-laki sejenius Young Min? ^^^^^ @Kyu’s House “ Hei kau baru saja berkelahi ya?”duga Eomma sambil mengekor di belakang Kyu. “ Anhi… Ada insiden kecil di jalan tadi.” “ INSIDEN?” mata Eomma membulat. Sekarang posisi Eomma tepat di depan Kyu. Menatap Kyu dengan tatapan penuh tanya, penuh kecemasan. “ Tapi aku tidak apa-apa, Eomma…” Kyu melepaskan dasi dan menggantungnya di balik pintu. “ Kau diserempet?” “ Lebih parah dari itu… Ngng, maksudku… Tidak lebih dari itu, a-nggg… Tidak separah itu.” Lihatlah Kyu pun dibuat grogi bahkan ketika Kwang Min sudah tidak berada di dekatnya. ^^^ @Kwang Min’s House “ Apa yang terjadi Tuan Muda?” tanya kaki tangan Appa yang saat itu tengah berdiskusi dengan salah satu supir di kediaman Jo. “ Tidak apa-apa” jawab Kwang Min malas. Ia pun berteriak seperti biasanya sepulang sekolah dan beberapa pelayan langsung mengerumuninya. Melepaskan dasi, membawakan tas, membawakan handuk dan melepaskan sepatu dan kaos kaki. Ini namja 17 tahun apa anak kecil baru lulus PAUD? -_- semua serba diladeni. Kwang Min POV “ Langsung siapkan air hangat. Aku ingin berendam!”suruhku pada ke enam pelayan rumahku yang cukup baru. Ya~! Mereka baru di sini. Sudah banyak pelayan silih berganti di rumahku. Kalau sampai pelayanan mereka tidak memuaskan, kupecat mereka hanya dengan sekejab mata. “ Baik Tuan Muda…”salah satu pelayanku pun melangkah pergi. Kuharap dia memenuhi keinginanku untuk berendam sore ini. “ Ini Tuan Muda…” ini dia, pelayanku yang lain membawakanku sesuatu. Aromanya seperti cokelat. Kulirik isinya. Ya memang cokelat. Aku pun meraihnya dan mencoba meneguknya. Kuseruput sedikit. Ini tidak buruk. Rasanya persis cokelat bikinan – ah lupakan. “ Airnya sudah siap Tuan Muda…” “ Baiklah…”kuletakkan cangkir cokelatku yang tinggal setengah. Tapi saat aku hendak berdiri, aku merasakan ada tangan yang menahan bahuku sehingga aku kembali terduduk. Kupikir kurang ajar sekali bila pelayanku yang melakukannya. Ah, ternyata memang bukan. Eomma -_- “ Jo Kwang Min!” “ E-eomma?”kututup luka di sudut bibirku sampai Eomma menatapku curiga dan memintaku untuk membukanya. “ Kau baru saja berkelahi? Dasar anak nakal!”bentak Eomma sambil menjewerku. Aduh kuku Eomma panjang sekali, telingaku sampai sakit. “ Tidak Eomma. Demi Tuhan aku tidak berkelahi, hanya saja….”kuhentikan omonganku. Apa iya aku akan mengatakan kalau aku terluka karena dihantam seorang –yeoja-? Andwae!!!!! “ I-iya Eomma aku berkelahi” Aduh! Bicara apa aku ini! “ A- tidak Eomma! Maksudku, aku dipukul oleh seseorang di jalanan tadi” “ Meragukan. Ehm, kalian berenam kembali berkerja. Biar dia saya yang urus.”kata Eomma pada keenam pelayanku. Bagus. Pasti dalam hati ke enam pelayan itu menertawakanku habis-habisan. Awas saja sampai kedapatan membicarakanku dan tertawa karena itu, kupecat kalian! “ Mrs. Wiosna menelpon Eomma.” DEG! (Wiosna=Math Teacher) *Bentar-bentar, di School of Performing Arts Seoul ada pelajaran Matematikanya nggak ya? LOL* “ Mianhae Eomma… Itu sudah hasil maksimal…”kataku sambil menunduk. Aku tidak berani menatap mata Eomma. Rasa bersalah dan kesal bisa campur aduk. Oh My goodness. “ Kau tahukan Young Min sekarang? Tidak bisakah kau mencontohnya? Matematika saja nilaimu buruk terus! Kapan kau mau maju? Eoh, sepertinya Eomma harus melakukannya.” Eomma mengangguk-angguk sementara aku kebingungan dengan maksud Eomma. Apa yang akan terjadi? Kalian dengar kan? LAgi-lagi Eomma membandingkanku dengan anak kesayangannya itu. Cukup! ^^^ Kyu POV Alamatnya benar kan? Wah rumahnya besar sekali. Tunggu sebentar, ini rumah atau kerajaan ya? “ Nona, apakah kau Kyu Rie?” “ Ne. Anyyeong…”jawabku berusaha seramah mungkin. “ kalau begitu lewat sini” Ahjusi berjas abu-abu itu pun mengantarku masuk ke rumah mewah tersebut. Kuharap aku bisa menemukan pangeran di sini. Persis di negeri Dongeng. Saat aku sudah benar-benar masuk rumah… Yang kulihat hanya satu, sepertinya itu namja. Ia sedang berbalik badan dan menungging-nungging ria. “ Ehm… Tuan Muda…”Ahjusi itu mulai memanggil dan namja itu membalikkan badannya. “ HEH! Kenapa yeoja aneh dan gila ini bisa di sini! Kau pungut dari mana dia Ahjussi? Jangan biarkan dia mendekatimu. Dia berbahaya!!!!!”ceracau namja itu heboh. Seperti melihat napi kabur dari tahanan saja gaya bicaranya >,< Kuhajar kau! Apa jangan-jangan ini rumahnya? Aniyo!!!! Sial sekali aku! Siapa namanya? Jo Kang In? Dasar Kang In pabo! “ Aniyo Kwang Min-ah! Sopan lah sedikit!” Tiba-tiba ada seorang Ahjuma dengan rambut sebahu agak pirang turun dari tangga dengan anggun. WOW, dia cantik sekali. Oh, berarti dia Jo Kwang Min. ya~! Nama yang jelek! Tidak seperti namaku, Kyu Rie *pede akut ni si Kyu* “ Nyonya, ini dia orangnya” kata Ahjussi itu sedikt membungkuk. Aku pun ikut membungkuk dan member salam. Kyu POV end. Author POV “ Apa kau Kyu?”tanya Eomma Kwangmin. “ Ne. Naneun Kyu imnida” Kyu kembali membungkuk dan memasang senyum terbaiknya. “ Baguslah kau datang tepat waktu. Sekarang kau bisa mulai bekerja” “ Mwo? Bekerja apa Eomma? Jangan bilang dia pelayan baru di sini?” “ Jaga bicaramu. Dialah guru privat Matematika mu mulai detik ini” “ MWO?” Kwang Min terbelalak. Kyu pun tak kalah shock. Menjadi guru Kwang Min? Bukankah mereka berdua sebaya? Ini pasti mimpi. Buru-burru Kyu menampar pipnya berkali-kali. “ Ada apa?”Eomma Kwang Min pun mulai merasa ada yang janggal melihat tingkah Kyu yang sedikit aneh itu. “ Apa kubilang, dia ini yeoja sinting Eomma!”tandas Kwang Min yakin. “ Kwang Min-ah! Sudah berapa kali Eomma menyuruhmu untuk bicara sopan?”sergah Eomma dengan intonasi tinggi. Bahkan langit-langit rumah bergema dan lampu gantung sampi bergoyang-goyang. Kwang Min pun menunduk sambil mengepalkan tinjunya. “ Sekarang kau ke kamar dan belajarlah sebaik mungkin”suruh Eomma. “ mwo? Ke kamar? Eomma menyuruhku ke kamar dengan yeoja sin… ah maksudku… aish aku tidak mau! Dia bisa melemparku lewat jendela.” “ Bicara apa kau ini -_- Eomma akan kembali ke kantor. Kyu, silakan kerjakan tugasmu. Aku mempercayaimu” Eomma Kwang Min pun tersenyum sangat manis kea rah Kyu dan membuat hati Kyu tersenyuh. “ ne…” Kyu membalas senyum Eomma Kwang Min dan mulai mengumpulkan tenaga untuk mengahdapi makhluk yang semoga saja hampir punah ini -_- *lu kate badak bercula?* Setelah Eomma pergi… Kwang Min menghempas bokongnya pada sofa impor kesayangan Eomma nya lantas berteriak kencang sekali. “ Berisik!!!!”tukas Kyu. Kwang Min melongo, dalam hati ia berkata, berani sekali yeoja itu mengataiku berisik? -_- “ Sekarang ambil buku-bukumu dan bawa kemari”suruh Kyu berusaha sabar. “ Kau pikir aku mau diajar oleh guru privat sepertimu? Cih!” Kwang Min menjulurkan lidahnya. Kyu menarik nafas dalam-dalam dan mencoba untuk duduk. “ Heh! Siapa yang menyuruhmu duduk di sana? Menyingkirlah! Heh!” Kwang Min mengusir Kyu menggunakan bantal sofa. Persis seperti anak kecil usia TK -_- TBC RCL

Selasa, 20 November 2012

Kwangmin Berpose di Tempat Tidur

Kwangmin Boyfriend membuat penggemar wanita berdebar dengan pemotretan tempat tidur 20 November 2012 by kidihae Kwangmin Boyfriend membuat penggemarnya pingsan dengan pemotretan baru-baru ini. Foto Kwangmin yang tengah berpose di tempat tidur telah diunggah ke sebuah situs komunitas online dengan judul, “Kwangmin Boyfriend! Apakah kakinya benar-benar panjang? Dia memamerkan nya [tampak luar biasa] untuk pemotretan” Foto-foto tersebut menunjukkan Kwangmin yang mengenakan celana piyama sederhana dan t-shirt putih, dengan selimut dan bantal yang ada di atas tempat tidur. Netizens berkomentar, “Dia memiliki kombinasi visual yang luar biasa”, “Pemotretan Tempat tidur membuat hati saya berdebar!” Source : allkpop

My Lady CHAPTER 1

Author : @nisawidik (mian publish twitter ^^d) Genre : Comedy Length : Chapter Cast : Jo Kwang Min, Jo Young Min, No Min Woo, Song Hyo Jin(as you) “ Kwangmin, kaos kaki ku yang sebelahnya lagi kemana?” Youngmin sampai menungging-nungging mencari kaos kakinya. Kwangmin memutar kepalanya beberapa derajat dan menyelesaikan ikatan tali sepatunya. “ Kalau tidak salah tadi Min Woo memakainya untuk membunuh kecoak” “ Hey~! Kau pikir kaos kakiku bau seperti punyamu?”tukas Youngmin dan menjitak adik enam menitnya itu jengkel. Kwangmin terkekeh dan tersenyum sekenanya. Meraih tasnya dan menempelkan kepunggungnya. Siap ke sekolah. “ Lalu kemana anak itu? Dari tadi aku tidak melihatnya?”karena kaos kaki tadi tidak ketemu, alhasil Youngmin mengambil stock kaos kaki lain kemudian bergegas memakai sepatunya. “ Dia semalam menginap di rumah Donghyun hyung”jawab Kwangmin sambil menyisir-nyisir poninya dengan jari. Sesekali ia mengibas-ngibas poninya yang cukup panjang. “ Mwo? B-bagaimana bisa?”Youngmin terperanjat. “ Bisa saja”sahut Kwangmin dengan ketus. “ Kurang ajar sekali kau! Bisa santai sedikit? Aku hyungmu!”Youngmin tidak mau kalah. “ Hey~! Kita hanya selisih enam menit. ENAM MENIT!” Kwangmin membanting pintu dan memutuskan untuk berangkat sendiri. Pagi-pagi begini sudah mengajak ribut saja manusia satu itu….batin Kwangmin jengkel. # # # Hyo Jin POV Kyaaaa!!! Min Woo masih pulas di depan TV dengan guling yang semalam kupinjamkan. Apa dia sudah gila? Ini kan hari Selasa!!!! Dia harusnya bangun lebih awal kan? “ Min Woo! Ya~! Bangun!!!!”gerutuku sambil menusuk-nusuk perutnya dengan ujung telunjukku. Min Woo sangat lelap dan tidurnya terlalu innocent. Ya Tuhan!!!! Apa yang harus kulakukan? MEnyiramnya dengan segayung air? Ide bagus. “ Na.. Dul…”bibirku mulai bergerak pelan, melangkah pelan, BYURRRRR! Damn! Andwae!!!! Apa yang terjadi pada anak ini? Kusiram tidak bangun juga? Menggeliat kedinginan pun tidak? Dia ini manusia jadi-jadian ya? “ Heh! Min Woo!!!! Sudah menumpang! Bangun kesiangan!!!!!”akhirnya aku berteriak sekeras mungkin di telinganya. Beruntung dia langsung bangun meskipun dengan mata yang masih tertutup(?). ia mneguap dan mengucek-ucek mata sipitnya dan menatapku sekilas lantas menjatuhkan kepalanya kembali pada bantal gulingku. “ Ya~! Apaa-apaan kau! Bangun! Kita harus sekolah bodooooooh!!!!!!!!!”kutarik lengannya hingga matanya terbelalak. TBC Like if you like Comment if you like RCL ^^d

Kamis, 12 Juli 2012

COOKING IN LOVE

CHAPTER 1 TITTLE : COOKING IN LOVE AUTHOR : Annisa Widi Astuty MAIN CAST : Jo Kwang Min & Bora (as you) What The Hell Summary : Aku pun mulai membatin yang jelek-jelek. Dari dulu dia tidak pernah berubah ya? Kenapa aku harus bertemu dengannya lagi sih? Kenapa Appa melakukan semua ini? Appa pasti sengaja! Padahal Appa tahu aku dan Kwangmin sama sekali tak pernah akur. Lantas apa maksud Appa? Appa mengajakku ke rumah temannya. Sebenarnya aku tak ingin ikut, tapi Appa mengancam tidak akan membelikanku sepatu basket yang baru kalau aku tidak ikut dengannya. Terpaksalah aku ikut. Aku harap ada sesuatu yang menarik di rumah teman Appa kunanti supaya aku tak bosan dan tak harus memandangi kuku-kuku tanganku saja dan mematung mendengar pria-pria paruh baya ngerumpi (?) “ Appa? Untuk apa kita kemari?” tanyaku sambil mendongak ke atas melihat rumah yang cukup tinggi itu. Orang kaya? Ne… “ Ikut saja.” Appa tersenyum lantas merangkulku. Aku pun ikut saja dan kutemui sosok pria beruban membukakan pintu. Appa pun tak segan memeluk pria itu akrab seperti melepas rindu. Kudengar teman appa ku ini lama di Eropa dan baru seminggu lalu dia kembali ke Korea. “ Mari masuk. Kami sudah menunggu sejak tadi,” “ Ow? Benarkah? Mana istrimu?” “ Dia di dalam. Mungkin sedang berdandan. Dia memang ingin selalu terlihat sempurna. Haha” Mwo? Sudah kuduga pasti akan garing. Aish, harusnya aku tadi kabur saja. Bodoh sekali!!!!!!!! Appa dan temannya yang belum kuketahui namanya itu pun masih akrab berbincang sampai kudengar namaku disebut-sebut. Mwo? Dia tahu namaku ya? Oh… apakah aku setenar itu? *plaaaaaaaaak. Appa menarik lenganku dan aku pun terpaksa tersenyum(lagi). Padahal pipi-pipiku sudah keram harus tersenyum sepanjang waktu. Merepotkan sekali. “ Kau Bora kan? Wah… kau sudah besar :D masih ingat kah kau pada Paman?”kelakarnya sampai kulihat wanita paru baya datang menuruni beberapa anak tangga. Akan kupanggil dia bibi saja. “ Ya. Aku Bora, maaf aku tak ingat siapa paman.” Aku pun menyikut Appa dan Appa mebisikkan sesuatu ketelingaku. Mwo? Ternyata dia Paman Kim. Paman Kim? Berarti dia Bibi Sulli? Kalau ada Paman Kim dan Bibi Sulli, itu artinya… Tunggu! “ Omo! Cepatlah kemari.” Seru paman sambil melongok kebelakang. Aku pun harap-harap cemas. “ Ppali! Ppali! Ppali!… jangan murung begitu…” Andwae!!!!!!! Aku rasa mataku membesar dua kali lipat karena makhluk di hadapanku ini. Huh? Aku tak bisa melupakan siapa dia, tapi aku juga tak ingin mengingat namanya. Aish… namja itu!!!!!! “ Ayo, beri salam pada Paman Dong Wook. Kau ingat padanya kan? Hahaha.” Ayo Bora! Jangan menengok kearahnya! Matamu akan meledak kalau sampai menatap wajahnya yang aneh itu. Please Bora… Jangan menolehhhhh…. “ Bora! Apa yang kau lihat? Kwangmin ada di sana.” “ Anni. Tidak usah juga tidak apa-apa Paman,”sungutnya. Aku pun mulai membatin yang jelek-jelek. Dari dulu dia tidak pernah berubah ya? Kenapa aku harus bertemu dengannya lagi sih? Kenapa Appa melakukan semua ini? Appa pasti sengaja! Padahal Appa tahu aku dan Kwangmin sama sekali tak pernah akur. Lantas apa maksud Appa? Oke. Aku merasa bosan sekarang. Apalagi sekarang jangkauan pandanganku menyempit karena keberadaan Kwangmin di sana. Baiklah aku akui ini rumahnya dan wajar ia berada di sana. Tapi yang aku sesalkan, kenapa harus dia? Tunggu! Youngmin-ah? Kenapa ia tidak terlihat dari tadi? *plaaaaaaaaaaaaaaaak. “ Iya. Aku sudah mempersiapkan semuanya. Mereka tinggal menjalankannya saja.” Lagi-lagi Paman Kim tertawa lebar. Yang aku takutkan kalau-kalau ada lalat yang masuk ke tenggorokannya. Tanpa sengaja aku melihat Kwangmin yang melipat-lipat wajahnya di sana. Huh! Siapa juga yang ingin menatapnya lama-lama. Seperti tak punya pekerjaan lain saja. What the hell! “ Kwangmin… kau tidak rindu pada Bora?”goda Bibi Sulli yang aku akui masih terlihat awet muda di usianya yang sebaya dengan Appa. Bibi Sulli cantik dan ramah. Sekali lagi beda jauh dari anaknya yang childish dan menyebalkan diujung sana! “ Mwo? Aniyo!” seru Kwangmin sambil bergidik. Aku pun melembungkan kedua pipiku saking kesalnya. Kau pikir aku rindu padamu ya? Hueeeeek. Aku butuh seribu kantung muntah! “ Ayolah, kalian berdua ini kenapa?” Paman Kim terlihat berdiri sambil menggandeng Bibi Sulli. Appa? Apa-apaan? Appa juga ikut-ikut berdiri? Tak banyak pikir lagi, akupun langsung menarik ikat pinggan Appa yang sedikit menujam keluar itu. “ Appa mau kemana?” Appa tetap memaksa pergi. Ini gila! Aku harus ikut Appa! Jangan sampai aku ditinggal dirumah hantu seperti ini. “ Wae? Kau takut? Huh…” aku seperti mendengar suara nyamuk. Nyamuk raksasa. Ya! Lebih tepatnya itu. Ayolah, jangan pancing emosiku. “ Sudah lama. Semenjak kau kupermalukan di hadapan anak-anak.” “ Mwo? Apa maksud………….____mu?” Aku kaget mendapati Kwangmin sudah berdiri petentengan di hadapanku sambil mengangkat dagunya. Oh… dia sudah lebih tinggi dariku ya? Hm…. Dulu dia hanya sebahuku. Tapi sekarang? Aku hanya seketeknya. Aduh, memalukan sekali ini. “ Hei! Apa yang kau lakukan? Jangan kurang ajar ya!”bentakku kala Kwangmin mengendus-endus kearahku. Sebenarnya dia waras atau tidak? Bodoh! “ Kau bau sekali.”cetusnya. “ Apa kau bilang?” “ Ne. kau bauuuuu sekali.” “ Heh, jangan sembarangan ya!” “ Tapi itu kenyataannya. Kau tak bisa mengelak.” Argh…………………………………………….. Kwangmiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin. Kurasakan tanduk merah di kepalaku mencul. Ndus!ndus!ndus! Aku mulai mengendus seperti banteng yang akan mengamuk habis-habisan. “ cari apa?” selidik Kwangmin saat mataku mulai menyapu kesekeliling. “ Bukan apa-apa.” “ Kau cari saudara kembarku kan?” “ T-tidak!” “ Iya!” “ Tidaaaak!” “ Pasti iya!” Aisssssh. Akupun menghempas tubuh Kwangmin kuat-kuat. Tapi namja itu kokoh juga, karena ia tidak terpental. Tapi? Appa kemana? Kalau begini aku ingin pulang saja! Aku pun berlari kecil menuju keluar rumah. Kuharap aku menemukan Appa di luar. Bila tidak kutemukan, sudah kuputuskan aku akan pulang sendirian dan mengadukan ini pada Eomma. To Be Continue

Rabu, 11 Juli 2012

TEARS

Tittle : Tears Author : Nisa Widi Youngmin mendesah, "capek sekali..." Member lain pun tak segan untuk menghempas bokong mereka masing-masing ke atas sofa. "kado-kado ini benar-benar memuakkan!"Youngmin melempar sebuah kotak warna pink pada tumpukan kotak-kotak kado lain yang sudah menggunung di pojok sana. "benar juga..dorm kita bisa penuh sesak oleh kado"maknae menimpali. "wah...aku dapat kaos gambar pikachu!"sorak Kwangmin autis. Ia baru saja membuka salah satu kadonya. "kenapa mereka tidak memberiku kamus saja sekalian..."kelakar Jeongmin mengetahui isi-isi kadonya di dominasi buku. Aih, ini pasti karena Jeongmin Fact yang dibuat oleh Reflection -..- "lain kali akan kubuang saja dihadapan mereka.."sungut Youngmin yakin. "maksudmu apa?"tuding Hyunseong ragu. "lagipula aku senang menerima semua ini. Kau tau? Ini artinya fans kita mencintai kita. Harusnya kau bangga! Jangan kecewakan mereka Youngmin-ah"daulat Kwangmin imut (anak kecil nasehatin hyung nya. Beuh!) Youngmin menghela nafas panjang. " itu terserah padaku!" Youngmin beranjak pergi meninggalkan ruang tengah. Dongyun, Hyunseong, Jeongmi, Kwangmin, dan Minwoo saling lirik. Sebenarnya apa masalah anak itu sampai sentimen seperti itu pada fans nya? Huh.. Betapa tidak, para d-namites, harmonies, reflections, champions, illuminates, bahkan royalties sudah membela-belakan untuk membeli kado-kado untuk Boyfriend mereka...! Harusnya Youngmin bisa berpikir dewasa! Tidak childish seperti ini! Minwoo : mungkin dia terlalu kelelahan *membantu Kwangmin membereskan kado-kado Youngmin. Jeongmin : lemparkan padaku satu! *serunya saat Kwangmin memegang sebuah kado ukuran cukup besar. Kwangmin : kau mau apa? Jeongmin : aish..cepatlah!kalau Youngminnie tidak mau, aku juga mau... Kekeke Kwangmin : ini! *lempar kado Donghyun : pasti dia dapat i-pad... Lihat aku dapat apa? *pamerin boneka pisang(?) Jeongmin : ani..haha apa-apaan ini? Edittan foto? Wah.. Tapi yeoja ini manis juga...*terkikik. Hyunseong : *merebut foto dari tangan Jeongmin* waaah. Kau benar! Tapi aku pasti menjadikannya yeojachingu-ku kalau bibirnya lebih sedikit mungil. Haha! Minwoo : *penasaran* maksud hyung apa? Hyunseong : Ne! Bibir yeoja ini mirip sekali dengan Kwangmin... Kwangmin : mwo? *lari ketempat hyunse hyung dg autis. Donghyun : *ikut ngeliat foto* maksudmu apa? Hyunseong : ne. Haha. Mulutnya lebar sama sepertimu*colek Kwangmin. Kwangmin : jinjja! Mulutku tidak lebar! Hanya bibirku saja yang sexy *monyong2 Minwoo : astaga kau lucu sekali, Kwangmin-ah.. Aku saja sampai lupa tertawa *celetuk minwoo datar. "jangan-jangan dia jodohku.."Kwangmin mulai bergerak autis sambil mengguncang-guncang tubuh Donghyun yang hampir selalu terlihat galau itu. "Kwangmin! Hentikan! Kupukul kau!"Donghyun pun mengejar Kwangmin seperti tikus mengejar kucing(?) (0.o) "Heh! Bisakah kalian tenang? Aku ingin tidur!" sergah Youngmin galak. Wah, tumben sekali Youngmin frontal begitu.. Jeongmin dan Minwoo saling sikut. "Mwo? Kau tau kau lebih muda dariku! Harusnya kau tak membentak seperti itu!"Donghyun naik pitam. Kali ini Youngmin tak minta maaf. Padahal biasanya ia takut sekali melihat Donghyun marah seperti itu --" BRAK! Itu suara pintu kamar yang dibanting. "Mwo?'Kwangmin melirik Donghyun hyung sebentar dan menggedor-gedor pintu kamar. "Youngmin-ah!" Dhar..Dhar.. Dhar.. " buka! Kalau kau kunci pintunya..kau suruh aku tidur dimana???" Dhar.. Dhar.. Dhar.. Tidak ada jawaban. Kwangmin mendesah " sudah.. Tidur di sini saja" Mwo? Double what? Jinjja?! Andwae! "kau saja hyung! Kau yang tidur di sofa! Biar aku tidur sekamar dengan..."Kwangmin kumat autis dan menyenggol-nyenggol lengan Donghyun yang sedang bad mood itu. "Hajima! Aku tidak mau sekamar denganmu!" "Jinjja? Wae hyung?"*pasang muka melas. "tidurmu berantakan! Bisa-bisa kau tendang aku ke lantai. Aku tidak mau! Kau juga sering mengigau yang aneh-aneh kan? Aku pernah lihat saat itu kau hampir mencium Youngmin.. Itu menggelikan! Bukan begitu?" kenang Donghyun kemudian. Rupanya selera humor leader kita sudah kembali... Kwangmin :*pasang muka autis "oke. Aku tidur diluar!"desah Kwangmin pasrah. . . . Ke esokan harinya.. Donghyun membangunkan ke lima adiknya(?) "ne!aku sudah bangun!"cetus Jeongmin lantas mengguncang tubuh maknae. "aish..biarkan aku tidur lima menit lagi...semalam aku menemani kwangmin nonton bola.hoa a a amz" "Ani..tidak ada alasan lagi" Donghyun menarik selimut yang dipakai Minwoo. "Hyu u u ung..."jerit Minwoo. . . . "hyung.. Youngmin-ah belum membuka pintu"adu Kwangmin. Donghyun memicingkan matanya dan mulai menggedor pintu, " Youngmin-ah! Bangun dan buka pintu!" Dhar.. Dhar.. Dhar.. CKILIT..NGIK.. (suara pintu(?) terbuka) ^^ Youngmin memandangi 5 member lain dengan dingin. "mwo?"tukasnya >.< "aish, mulutmu bau hyung"kelakar Kwangmin sambil mengipas-ngipas hidungnya. Youngmin : diamlah..*jawabnya tenang. Stay cool. Donghyun : untuk semalam, aku minta maaf. Apa perkataanku semalam menyinggungmu? Youngmin : aniyo. Hyunseong :*baru keluar kamar mandi* Youngmin-ah? Annyeong! Youngmin : *melirik Hyunseong sebentar dan menepis pandangannya. Kwangmin : tidak usah mandi! Langsung ganti saja*menyodorkan baju. Youngmin : mwo? Minwoo : tapi kau harus sikat gigi...*Minwoo terkekeh. Jeongmin : hahaha. Bau mulut PRINCE OF CHARISMA tidak akan membuat fans nya pingsan..hahaha, paling-paling hanya melting di tempat. Youngmin :*terlihat menahan tawanya. . . . Hari ini BOYFRIEND perform di dahsyat (impossible -..-) Kembali lagi.. Youngmin! Kwangmin! Donghyun! Minwoo! Hyunseong! Jeongmi i i i i i i in! Double what?! " ayo? Siapa fans yang beruntung hari ini..muahaha"kelakar si MC yang berwajah biasa-biasa saja itu. "BAGAIMANA KALAU KAU SAJA?" MC itu menarik seorang yeoja yang mengenakan atribut lengkap all about BOYFRIEND. Gelangnya terpatri huruf hangul nama minwoo. Bandonya terpampang nama Youngmin... Sneakers merah seperti yang dipakai Kwangmin di The MTV Show.. Kipas bergambar wajah Donghyun.. Kalung yang ada tulisannya Jeongmin.. Dan gelang di tangan kanan yang juga terpatri nama hyunseong. Tapi apa yang dia pegang? Dia pegang poster Youngmin dan ... MC : KENALKAN PADA KAMI SIAPA NAMAMU... Yeoja lucky : Nana imnida MC : SIAPA BIASMU? Nana : *tersipu. Hyunseong : jinjja? Itu yeoja di foto kemarin.*bisik nya ketelinga Kwangmin. Kwangmin : mwo?*kaget. Youngmin pun mulai tidak mood. Ah? Royaltie lagi! Kado lagi! "wah! Kau bawa apa untuk mereka?" "ne. Ini... " memberi Donghyun boneka pisang(lagi). "kamsahamnida..." ia pun memeluk Nana seperti memeluk adiknya. Wah..jadi rindu orang rumah :') "ini untuk oppa "memberi Jeongmin sesuatu di dalam kotak kado. "apa isinya?buku?"terkanya. Nana menggeleng."hanya sesuatu yang tidak berharga.tapi kumohon agar oppa selalu memakainya.."suaranya terdengar lirih. Masih ada 3 lagi sebelum hadiah ini sampai ke tangan Youngmin. Hhh- "akan kupakai! Gomawo!"ia juga memeluk Nana agak lama sampai si MC menyuruh untuk melepasnya. Kekeke "untuk hyunse oppa" "gomawo, ne" memeluk Nana lagi. Jinjja? 3 kali dapat peluk? Hwuahaha. Pengen...n "Kwangmin oppa?" "Ne." Kwangmin senyum aegyo sekali. Nana sempat tertawa... "kamsahamnida!aku akan sering-sering menulis di sini."janji Kwangmin. Ia hanya tersenyum geje dan agak canggung memeluk yeoja ini... "hei!peluk dia!"daulat MC itu geregetan. "mwo? Nana? Kau mau kupeluk?"tawar Kwangmin dengan sangat geje --" Kwangmin pun langsung memeluk Nana gemas seperti ia memeluk pikachu raksasanya di rumah. Huwaa pengen!>,< "sekarang lepaskan dia.."suruh Jeongmin mendapati Nana sudah sesak nafas. Hohoho. Kwangmin pun melepas pelukannya dan membiarkan Nana melanjutkan misi(nya)? "ini kalung untuk oppa..." "wah!daebak! Kamsahamnida xD" *PELUK NANA SEBENTAR. Youngmin! Youngmin! Selangkah lagi.. Nana meneguk ludahnya keras-keras sampai ia tepat berada di depan idolanya itu.. Deg! Setelah memberi Minwoo kalung, Nana melangkah ragu tapi senang ke arah Youngmin... 5 member lain menatap tegang... Youngmin POV Apalagi yang akan aku dapat? Sampah? Kulihat ia sangat girang melihatku. Aku cuma tersenyum tipis saat kamera menuju kearahku. "Ini untuk oppa" Mwo? Ia memberiku syal jelek seperti ini? Apa dia tidak tahu aku punya banyak yang seperti ini bahkan jauh lebih bagus dari ini. Tak sengaja aku melirik kearah Donghyun hyun dan yang lain. Kenapa mereka menatapku seperti itu? Aish.. "mwo?oppa tak suka?" tanya yeoja itu polos. Aku pun menggenggam erat syal berwarna putih yang ada namaku itu. Aku ingin sekali merealisasikan omonganku semalam.. Youngmin POV end.. AUTHOR POV! Tapi saat Youngmin hampir saja menghempas syal di tangannya... " syal ini aku buat sendiri khusus untuk Youngmin oppa :') karena aku senang melihat oppa memakai benda-benda berwarna putih, jadi aku buatkan syal yang putih. Hiks" perkataan Nana terhenti. Ia menangis duluan. Tepuk tangan tumpah ruah menyemangati Nana agar menyelesaikan perkataannya. "Haha.."Nana pun tertawa disela-sela tangisnya. " ne. Syal ini aku buat sejak tiga bulan lalu..." Nana mulai menyeka air matanya. Hati Youngmin kebat-kebit. Ia pun mengurungkan niatnya untuk membuang syal itu dan fokus pada perkataan Nana. " pakai ini" kata Jeongmin yang kebetulan membawa sapu tangan yang ia simpan di kantong celana. " gomawo oppa :')" Nana menyeka air matanya lagi. Youngmin semakin kebat-kebit melihat air mata itu. Rasanya risih sekali! "Bahkan aku sempat membela-belakan untuk menyelesaikan ini saat aku sakit. Eomma sampai memarahiku karena aku terlalu keras kepala. Hhh~ tapi aku tidak tahu kalau oppa tidak suka dengan hadiahku ini.. Tenang saja, oppa boleh membuang atau membakarnya. Aku tidak apa-apa. Asalkan oppa jangan membenciku T.T" isakan Nana semakin menjadi-jadi. Ia pun sampai jongkok dan membenamkan kepalanya. "Hyung.. Lakukan sesuatu" bisik Minwoo. Youngmin menghela nafas panjang dan langsung melilitkan syal pemberian Nana ke lehernya. Hm. Hangat. "N-Nana.."panggil Youngmin lembut. Nana masih membenamkan wajahnya. "Nana! Kumohon.."pinta Youngmin dengan sangat. Perlahan Nana mengangkat kepalanya. Betapa ia terharu melihat Youngmin memakai syal buatannya. " Mianhae.. Aku tidak bermaksud membuatmu menangis" Youngmin pun merebut sapu tangan pemberian Jeongmin tadi dan menyekakan air mata Nana yang membeludag. Kami mendengar teriakan histeris dr fans lain. " Kau tidak perlu menangis. Karena aku akan memakai ini terus. Ini hangat..." kata Youngmin lembut. Ia lalu menyeka lagi sebutir air mata yang baru saja menetes di pipi Nana kemudian merangkul yeoja manis ini dan membiarkan ia berdiri kembali. "Whaha..kau romantis juga" goda Donghyun kemudian. "Ani.."pungkas Youngmin malu. Ia pun turut memeluk Nana seperti yang dilakukan 5 member lain. "Kamsahamnida, ne?" "ne oppa :')" End

Selasa, 26 Juni 2012

One Day

ONE SHOOT ( WE’RE BOYFRIEND) Oleh : Annisa Widi Astuty Present!!!!!!!!! Jadwal manggung dan tour BOYFRIEND semakin padat saja. Mereka harus bolak-balik dari satu panggung ke panggung lain demi melihat senyum yang tersirat oleh para BESTFRIEND. Kwangmin cs sangat bahagia melihat fans mereka bisa ikut tersenyum ketika melihat mereka tampil. Dari sanalah, mereka menamakan boyband mereka dengan BOYFRIEND disertai nama fans mereka yakni BESTFRIEND. Tak jarang pula mereka memanggil para fans dengan sebutan girlfriend hanya untuk sekedar memberikan suatu tanda di mana tidak ada batasan khusus antara mereka dan fans. Tanpa fans, mereka bukan apa-apa. Saat itu, bias favorit saya sedang tidak enak badan. Padahal besok mereka harus bertolak dari Shanghai ke Indonesia(yeay). “ Kwangmin? Wajahmu pucat sekali?” selidik Youngmin agak takut. Tiba-tiba tangan leader kita langsung mendarat ke kening Kwangmin yang saat itu tengah terbaring sambil mengupdate twitter-nya (uuuu, so sweet banget sih sakit masih bisa kasih info buat bestfriend). “ Ini.” Ujar maknae sambil kemudian duduk di sebelah Kwangmin. Donghyun pun yang turun tangan memeras dan meletakkan kain kompres ke kening Kwangmin. “ Sepertinya kau kelelahan.” Kata Youngmin sambil memijit-mijit kecil kaki adik 6 menitnya itu. Kwangmin mendesah panjang. “ Mungkin harus kita tunda keberangkatan kita ke Indonesia…” saran Hyunseong sambil menempelkakan hape androidnya ke daun telinga. Kwangmin tiba-tiba duduk dan berteriak kecil sambil menghadap Hyunseong Hyung. “ Hyung! Kau mau apa?” “ Menelpon agensi…” Dan melihat ketidak setujuan Kwangmin akan tindakan Hyunseong membuat Jeongmin yang tidak sengaja dari kamar mandi langsung menyambar hape Hyung nya kemudian menjauhkannya dari jangkauan Hyunseong Hyung. “ Jeongmin! Kembalikan hape ku!” “ Aniyo!” ia terkekeh dan menyimpan hape tersebut di dalam jaket nya. Kwangmin berterimakasih pada Jeongmin. “ Aku tidak apa-apa hyung… aku hanya lelah…percayalah.” Kwangmin memegangi kepalanya lagi dan Youngmin pun mendesak adik 6 menitnya itu agar kembali membaringkan tubuh jangkungnya. Kwangmin tak menolak, sambil berbaring ia pun dipasangi kembali kain kompres oleh Donghyun yang kemudian meminta Minwoo membuatkan cokelat panas untuk Kwangmin. “ Tapi kau sakit!” sungut Hyunseong berusaha mengambil kembali hape nya. “ Aniyo! Aku tidak sakit, hyung! Aku yakin besok aku sudah tidak panas lagi…aku hanya lelah, hyung…” ceracau Kwangmin panjang lebar. “ Justru itu, kwangmin! Kau butuh istirahat. Apa kau mau pingsan dihadapan Bestfriend Indonesia dengan kondisimu yang tidak fit ini?” “ Aniyo! Aku akan kuat!” “ Tapi kenapa kau begitu yakin? Dan kenapa kau semangat sekali?” “ Hyung! Lebih baik kau diam saja, jangan ajak Kwangminnie berdebat. Jelas kau yang akan kalah.”ejek Jeongmin seraya menyodorkan pizza ke hadapan Hyunseong yang kemudian berkata, “ Aku tidak lapar bodoh! Cepat! Kembalikan hape ku…” “ Sebenarnya aku setuju dengan Hyunseong Hyung…”cetus Yooungmin setengah ragu apalagi setelah Kwangmin memasang raut tak suka. “ Tapi kenapa? Kenapa kalian berdua malah menarikku untuk semakin jauh dari Bestfriend Indonesia? Kalian tahu kan? Di sana mereka telah menunggu kedatangan kita… dan kuharap, kita tidak mengecewakank- pengorbanan mereka, hyung! Biarkan saja sakit ini aku yang rasakan…asalakan tidak meninggalkan sakit di hati Bestfriend Indonesia…” “ Kenapa kau bisa bicara seperti itu? Bahkan ke sana saja belum pernah?” sungut Hyunseong dengan nada geger. “ Ya hyung, kau benar.”tandas Youngmin. “ Lewat mention mereka di twitter. Dan sebagai sosok idola, aku dapat merasakannya.” Ucap Kwangmin yakin sekali. Aduh, ini benar-benar menghanyutkan dan so sweet sekali, deh! “ Sudah!Sudah! kalian tidak perlu berdebat seperti ini. Yang terpenting sekarang adalah Kwangmin sembuh dulu. Dan satu keputusanku…”sambil menatap Youngmin, Kwangmin, Jeongmin…juga Hyunseong yang tengah mengotakatik hapenya, “ Kalau besok panasmu belum turun, kita tunda first date kita di sana berlaku sebaliknya dan ini keputusanku sebagai leader di sini…” Kwangmin mengerutkan keningnya, “ Aigho!” “ Keputusan tetap keputusan!” pungkas Donghyun seraya berlalu. Kwangmin menatap Youngmin dengan tatapan Innocent-nya dan menyeret guling Pikachu yang kemudian Kwangmin pakai sengaja untuk membenamkan wajahnya. Mendadak ia sebal melihat wajah hyung nya yang bahkan tidak mendukungnya sama sekali. “ Kwangmin… ini cokelat panasmu.” Sambil meletakkan cangkir di atas meja dan mengguncang tubuh Kwangmin yang terbenam di balik selimut dan guling Pikachu hadiah salah atu fans di Taiwan. Namun sayangnya, Kwangmin tak bergeming. Ia masih kecewa dengan keputusan Donghyun Hyung yang baginya itu sesuattu yang tidak adil. [ KWANGMIN POV’ S] “ Ya Tuhan…kuharap esok aku bisa ke sana bertemu Champion ku…” tak kusangka aku meneteskan sedikit air mataku tapi buru-buru kuseka. ^^^^^ Keesokan harinya. Kwangmin bangun pagi-pagi sekali dan memastikan kalau demamnya sudah turun. Ah, ini sudah lebih baik daripada semalam. Kwangmin pun meluaskan pandangannya, ah…ia baru sadar kalau semalaman ia tidak tidur di kamar bersama Youngmin. Meski masih sedikit pusing, Kwangmin pun tetap bersikeras untuk melanjutkan prepare nya kemarin(Cuma kurang memasukkan beberapa barang saja ke dalam koper). “ Kau sudah bangun?” “ Kau juga?” agak kaget. Kwangmin. “ Demammu sudah turun rupanya.” Youngmin tersenyum simpul dan menguap kecil. “ Nae. Aku senang.”tambah Kwangmin yang kemudian menutup koper birunya rapat-rapat. Ia pun merangkul pundak hyung 6 menitnya itu yang sama sekali tidak pernah ia memanggilnya dengan sebutan itu, sebutan HYUNG. “ Aku siap bertemu champion ku…”kelakarnya sambil mengibas poni lemparnya. Tersirat wajah gembira di sana. Youngmin nyengir dan mengangguk pelan. Kwangmin pun ikut tertawa dan ia pun berteriak pagi-pagi buta begini. “ HYUNG!!!!!! Baguuuuuuuuuuuuuuuuuuun…” teriaknya sengaja membuat kegaduhan. Auh, itu keras sekali sampai-sampai Youngmin harus menekan telinganya dan mencegah gendang telinganya rusak hanya karena suara super sound sistem kembarannya itu merobek gendang telinganya(hiperbola banget). ^^^^ Skip… Setibanya di Indonesia… donghyun cs langsung disambut meriah bak pangeran oleh sekumpulan yeoja yang membawa poster dan segala mercendise berbau diri mereka. Ada yang meneriakkan nama Kwangmin sambil meneteskan air mata… ada yang berteriak Minwoo sambil membumbung tinggikan foto ukuran jumbo kea rah maknae, begitu juga dengan yang lain. Mereka benar-benar menemukan bestfriend mereka di sini. Walaupun mereka tak mengerti apa yang diteriakkan bestfriend Indonesia, mereka berusaha untuk tetap tersenyum dan menebar ke ramahan dengan membalas sahutan-sahutan serta lambaian tangan mereka. Meskipun mereka tidak bisa menyalami mereka satu-per satu, mereka tetap menginginkan hubungan yang dekat antara Boyfriend dan Bestfriend. “ Saranghayo, Minwoo oppa >,<…” teriak salah satu yeoja dengan bando lucu berupa huruf korea tiga dimensi yang menuliskan nama MINWOO, juga member boyfriend lainnya. “ Saranghayo too. Gamsahamnida!” sahut Minwoo. Mungkin hanya itu dulu yang bisa Minwoo sahut, karena ia hanya mengerti ucapan itu saja. Mungkin akan lebih baik kalau mereka tahu arti dari AKU MENCINTAIMU atau AKU MENYUKAIMU atau KAU TAMPAN SEKALI akan lebih berkesan dan membuat bandara soekarno hatta banjir air mata bahagia para bestfriend yang rupanya ada yang sudah datang jauh-jauh dari Palangkaraya, Pasuruan, Bandung, bahkan Papua tapi tidak kebagian tiket nonton mereka karena tiket rupanya sudah habis terjual Februari lalu. Sebelum masuk ke mobil, BOYFRIEND berjejeran rapi. Jeongmin mengabakan, “ Ha-na dul set!” dan lagi-lagi mereka berkata, “ I’M YOUR BOYFRIEND! Annyeonghaseyo BOYFRIEND imnida!” Dari sana jeritan para BESTFRIEND pun semakin meledak-ledak. Di dalam mobil… “ Astaga, mereka keren sekali!” puji Jeongmin sambil melongok ke belakang dan melihat Bestfriend melambaikan tangannya. “ Nae. Aku juga bahagia melihat mereka. Hhhh~ kuharap aku mengerti apa yang mereka katakan sehingga aku bisa menyahutnya dengan baik, “Kwangmin tersenyum tipis sambil mengupdate lagi @G_Boyfriend nya. @G_Boyfriend Eoseo Oseyo INDONESIA!!!!!!!!!! Skip… Di hotel tempat mereka menginap…. “ Kau mau kemana?”selidik Jeongmin sambil melepas jempernya, “Ya ampun, tak kusangka di sini tak sedingin Korea…”tambahnya kemudian. “ Aku ingin melihat keluar sebentar.” “ Hajima! Apa kau sudah gila? Kau bisa habis dicabik champion.”lagi-lagi Hyunseong melarang. “ Kurasa di luar sepi…”sambil mengintip keluar jendela. “ Kalau begitu, aku ingin ikut!” Jeongmin lantas menyambar lengan Kwangmin dan menariknya menuju lift. “ Mereka mau kemana?”tanya Minwoo pada Youngmin yang sedang mengeluarkan barangnya dari koper. “ Entahlah, sepertinya mereka ingin cari masalah lagi.” Cetus Youngmin malas. Minwoo menyeringai kecil dan terlihat seperti mencari-cari, “ Donghyun Hyung?” Youngmin melengos kearah Hyunseong dan mengangkat bahunya, “ Hyung! Kau tahu kemana Donghyun Hyung?” “ Dia? Sepertinya ia sedang mandi.” Kwangmin dan Jeongmin… Berjalan sedikit mengendap-endap menuju keluar hotel… Sepertinya orang-orang tidak menyadari keberadaan mereka. Kwangmin terkikik dan terus melanjutkan langkahnya hingga sampai ke jalanan. “ Heh! Kwangminnie? Kita di mana sekarang?” Kwangmin terlihat gugup dan ia pun menggeleng, tapi tak lama kemudian ia menyentikkan jarinya dan merogoh kantongnya. Puffff, untunglah mereka berdua tidak ketahuan. Sementara menepi dulu di bawah pohon. Tiba-tiba, “ Yaampun! Apa yang aku lakukan?” “ Kenapa?” “ Aku tak membawa handphone ku, hyung!” “ Apa?! JADI KITA TERSESAT?” “ Tidak jika kau bawa handphone.” Satu yang membuat Kwangmin semakin galau…. Jeongmin rupanya tidak membawa handphone nya juga. Kacau! “ Bagaimana nasib kita!” Jeongmin mulai cemas. “ Kita cari bantuan.” “ Bantuan? Bahkan yang mereka katakana saja aku tak tahu!” “ Tersenyum dan berusaha minta tolong saja, barangkali salah satu di antara mereka ada yang tahu bahasa Korea.” “ Hhhhh~” desah Jeongmin sambil mengekor di belakang Kwangmin yang nampak yakin akan minta bantuan pada sekumpulan yeoja yang sedang makan es krim itu. “ Shillye Hamnida…”ujar Kwangmin lugu. Padahal Jeongmin tidak yakin harus melakukan ini. Wajah beringas yeoja-yeoja Indonesia mulai mengganggu pikirannya. Tepat benar dugaan Jeongmin, tanpa basa-basi lagi, Jeongmin langsung membawa lari Kwangmin yang malah diam mematung, padahal ia hampir dicakar oleh yeoja yang rupanya koreanista juga --‘’ “ Tiga kata untukmu!” sambil mengatur nafas, “ Pertama, kau bodoh…kedua kau sangat bodoh dan ketiga…kau amat sangat bodoh!” “ Mianhamnida, aku tak tahu apa-apa.” “ Sudahlah, kita tunggu di sini saja…barangkali salah satu dari mereka akan datang menjemput kita. Kurasa kita tidak berada jauh dari hotel.” “ Nae.” Saat yang sama. Di hotel… “ Mereka meninggalkan handphone mereka!” tegas Youngmin sambil mondar-mandir di hadapan Donghyun Hyung yang juga berusaha menghubungi dua dongsaeng nya yang menyebalkan itu. “ Ini bahaya! Youngmin-ah, kau harus pakai telepati mu!” saran Donghyun. Youngmin mengerutkan keningnya, “ Aniyo! Itu mustahil.” “ Kalian kembar, aku yakin ini akan berhasil.”Minwoo mengompori. “ Coba saja!” Hyunseong menambahkan. Youngmin menghela nafas panjang dan menutup matanya perlahan. “ Bagaimana?” desak Donghyun. Youngmin pun kembali membuka matanya dan menggeleng, “ Aku tidak merasakan apa-apa.” “ Itu berarti mereka masih aman dan mereka baik-baik saja.”cetus Donghyun optimis. Minwoo mengangguk. Kwangmin dan Jeongmin… “Sampai kapan kita akan duduk seperti orang bodoh di sini?”sungut Jeongmin. “ Mian, hyung…aku jadi merasa bersalah kalau kau terus-terusan mengeluh seperti itu.” “ Hhhh~ sudahlah, aku yang tadi ingin ikut. Bukan kau yang mengajak.” Tiba-tiba, Kwangmin merasakan sesuatu yang merambat di pundaknya (owow). “ Permisi..kalian mau apa duduk di depan pagar rumahku?”seorang yeoja berparas cantik dan kalem itu pun menyibakkan rambutnya ke belakang. Lagi-lagi Jeongmin melongo seperti sapi ompong, aihhhh sepertinya ia kepincut! “ Sorry, we’re can’t speak Indonesia.” Kwangmin berusaha menjelaskan dengan bahasa inggrisnya yang sedikit kacau. “ Ouh? Where do you come?” “ Mianhae?” “ Oh I see… you speak korea, right?” “ Nae…nae… Korea.” Jeongmin tersenyum lebar dan tidak ingin kehilangan kesempatan melihat paras cantik yeoja di hadapannya itu. (ini ceritanya si ceweknya sama Kwangmin oppa juga Jeongmin oppa percakapannya pake bahasa korea lho…) “ Kalau kalian mau, kalian bisa saja masuk ke rumahku sebentar. Akan kubuatkan kalian minuman.”tawar yeoja tersebut sambil menyibakkan rambutnya lagi. Owow. Kwangmin dan Jeongmin saling tatap, “ Dengan senang hati.” Jawab mereka kompak. Di dalam rumah si yeoja yang minimalist tapi cantik itu… “ Ngomong-ngomong, siapa nama kalian?” “ Kwangmin imnida.” “ Jeongmin imnida.” “ Sepertinya aku pernah mendengar nama kalian, tapi aku lupa..hahahha. mungkin aku yang salah ingat. Ah lupakan.” “ Bagaimana denganmu?” “ Aku?” “ nae.” “ Ryn imnida.” “ Nama yang indah.” Jeongmin mulai nge gombal. Parah ni, author kudu kabur. “ Oh benarkah? Kamsahamnida. Kalian dari mana? Kenapa bisa nyasar ke sini?” Jeongmin dan Kwangmin saling tatap. Mereka kompak mengangguk. “ Sungguh? Kau tidak tahu siapa kami? Aigho!” Jeongmin berteriak histeris. Ryn pun nyengir. Sebisa mungkin ia mencoba mengingat-ingat siapa mereka berdua. Tapi nihil… “ I’m your BOYFRIEND!” Ryn melongo. Yang benar saja baru kenal mereka berdua sudah mengaku-ngaku jadi kekasihnya. “ Kalian ini apa-apaan?”sungut Ryn kesal. Kwangmin memukul dahinya pelan dan ia meluaskan pandangannya. Hah! Apa yang dia lihat? Poster BOYFRIEND? “ Tunggu! Kau bilang kau tak kenal kami? T-tapi…” Kwangmin melangkah maju mendekati poster itu.Poster yang jelas-jelas adalah poster mereka. Apa kah Ryn sedang melancarkan aksi tipu muslihat ala bestfriend Indonesia? Jeongmin ikut kaget. Iya itu memang poster mereka. “ Kalian kenal dengan namja-namja itu, ya?”selidik Ryn seinnocent mungkin. Ia seperti orang linglung saja. Lagi-lagi Kwangmin dan Jeongmin saling tatap. Di Hotel… “ Kita harus cari mereka sekarang!” Donghyun memakai nerd glasses nya dan berjalan langkah seribu menuju lift. “ Hyung! Biarkan aku ikut!” “ Nae.” Sementara Hyunseong dan Minwoo tinggal di hotel dan berjaga kalau-kalau tiba-tiba saja duo naughty itu kembali. “ Tapi kita mau cari kemana, hyung? Tempat ini luas!” “ Ikuti saja aku, kita sambangi tempat-tempat yang mungkin mereka datangi dengan kebodohan mereka.” Youngmin mengagguk dan terus waspada jangan sampai penyamaran mereka sampai ketahuan. Rumah Ryn… Kwangmin dan Jeongmin semakin bingung apalagi setelah mereka masuk ke kamar yeoja yang agak aneh itu. Poster BOYFRIEND di mana-mana. Bahkan ia punya album mereka juga. Di setiap sudut nampak wajah Kwangmin merajai hampir setiap sudut kamar. Rupanya Ryn juga champion. “ Entahlah aku lupa. Tapi, Aku mengalami kecelakaan tiga bulan lalu dan kata dokter aku mengalami gegar otak karena saat itu kepalaku terbentur.” “ J-jadi kau lupa semuanya?” Yeoja ramah itu pun mengangguk, “ Ya. Bahkan aku lupa apakah ini benar kamarku atau bukan. Dengan gambar sebanyak ini….” Menghentikan perkataannya sambil menunduk dalam. “ Oh, Ryn? Kau baik-baik saja kan?” “ Hiks” terisak, “ Tenanglah, aku baik-baik saja.” “ Lalu bagaimana sekarang? Setelah kau bertemu kami berdua?” “ Apanya yang bagaimana?” menyeka air matanya. “ Ya. Kami adalah member BOYFRIEND.” “ B-BOYFRIEND?” Ryn mulai memegangi kepalanya. Tiba-tiba ia merasakan sakit luar biasa ketika ia mendengar nama itu. Itu semua karena ia berusaha mengingat, tapi sulit sekali. Padahal ia merasa begitu akrab dengan nama itu. T-tapi? Siapa? Ryn lupa semua! “K-kau kenapa, Ryn?” Kwangmin sesegera mungkin merangsek pundak Ryn yang hampir oleng itu dan membopong nya dengan susah payah ke atas ranjang. “ Kau butuh istirahat.” Kwangmin menarik selimut dari pojok ranjang. Dan selimut itu lagi-lagi bertuliskan namanya dalam huruf korea. Kwangmin tersentuh. Ia tak menyangka bila seorang fans bisa sampai seheboh ini dalam mengkoleksi segala tetek mbengek all about biasnya. Ini keren! “ Ryn, kau perlu tahu ini.” “ Tahu apa?” “ Dia adalah Jo Kwang Min…”tandas Jeongmin yakin. “ Siapa?” Jeongmin mendesah panjang, “ Itu! Itu! Itu! Situ! Sana! Pojok! Itu gambar anak ini!” Jeongmin lantas memukul pundak Kwangmin kencang sekali agar Ryn yakin. Tapi, kembali lagi Ryn memegangi kepalanya yang semakin sakit. “ Sudahlah, hyung…” Kwangmin mencoba menahan. Perjalanan Donghyun dan Youngmin… “ Hyung! Aku lelah. Bisakah kita istirahat dulu…” sambil mengatur nafasnya. Mereka berhenti tepat di bawah pohon dan tepat pula di depan rumah Ryn. WOW! “ Baiklah.” Donghyun meluaskan pandangannya dan memicingkan matanya tepat di dekat teras rumah minimalist itu. Ia berusaha meyakinkan kalau itu adalah… “ Benar! Itu sepatu milik Kwangmin! Dan! Dan! Dan!” Youngmin heboh saat mendapati sepatu ketsnya yang tadi memang dipakai oleh Jeongmin. “ Dan itu sepatuku! Mereka ada di dalam rumah ini!” “ Kita harus masuk!” “ Bagimana bisa? Ini dikunci. Kita tidak mungkin melompatinya. Bisa-bisa kita dikeroyok bukan karena mereka semua tahu kita adalah BOYFRIEND, tapi mengeroyok kita sebagai malling siang bolong, hyung.” “ Berteriak! Panggil mereka! Ha-na, dul, set!” KWANGMINNIE……!!!!!!!! JEONGMINNIE………..!!!!!! Di dalam rumah Ryn… “ Itu sepertiiiiiiiiiii…” Jeongmin langsung melongokkan kepalanya keluar jendela, “HYUNG! Youngminnie! Kami di sini…” “ Siapa?” Kwangmin ikut-ikutan melongokkan kepalanya. “ Hei, kemarilah!”panggilnya. BUKAKAN INIIIIIIIIIIIIIIIIII……….!!!!!! “ Bagaimana aku membukanya?” “ Buka saja, kuncinya kuletakkan di bawah karpet.” Jeongmin mengangguk. “ Kau? Kenapa kau bisa ada di sini? Dan mana saudaraku?” Youngmin melangkah pelan di belakang Donghyun Hyung. “ Dia di dalam. Sedang menemani pemilik rumah ini.” “ Benarkah?” pungkas Donghyun geli. Setibanya di dalam Kamar… Ryn menatap lama setelah kehadrian Youngmin serta Donghyun. “ Kalian kembar?”tanyanya kurang yakin. Ya! Karena rambut mereka yang berbeda. “ Kelihatannya?” desak Youngmin lalu tersenyum. Ia pun menyikut Kwangmin yang masih betah duduk di ranjang Ryn sambil sesekali memijit-mijit kaki yeoja itu. “ Mianhamnida, Youngmin… Ini semua salahku.” Kwangmin agak menyembunyikan wajahnya dari tatapan dua hyungnya itu. “ T-tunggu!”sela Ryn. “ A-apa kalian juga salah satu dari namja di poster itu..?” sambil menunjuk lemas. Saat itu Ryn berusaha ingin duduk. Ia harus terlihat sopan. Ada tamu nggak boleh diladenin sambil tiduran. Ryn mendapati jeongmin membisikkan sesuatu pada Donghyun kemudian Donghyun pun menyalurkannya ke kuping Youngmin yang makin penasaran. “ Nae. I’m your BOYFRIEND! Annyeonghaseyo BOYFRIEND imnida!” Jeongmin cs pun membungkuk dan tersenyum. “ Sayang sekali aku tak ingat siapa kalian…” Ryn mulai terisak lagi. “ Sudahlah, Ryn… Kau jangan menangis.. aku yakin kau pasti bisa sembuh. Secepatnya!” Kwangmin pun mengusap-usap pipi Ryn yang mulai becek tersebut. Ryn menatap Kwangmin lurus-lurus sampai-sampai hati mereka berdua sama-sama jedak-jeduk rasanya. Mendadak Kwangmin hanyut, begitu pula Ryn. Kali ini Ryn benar-benar merasa menjadi yeoja paling beruntung di dunia. Sumpah demi apa! Meskipun ia lupa siapa Kwangmin sebenarnya. Mungkinkah Kwangmin adalah kakaknya? Atau temannya? Atau malah kekasihnya karena terlalu banyak gambar namja itu di mana-mana? Duh…entahlah. Di Hotel… Minwoo dan Hyuseong masih setia menunggu. Sampa-sampai Minwoo mulai cemas dan meraih handphone nya yang tak jauh dari jangkauaanya itu. “ Biar kutelpon hyung.” Ujarnya pada Hyunseong yang sedang mengotak-atik i-Phone nya. Minwoo : Hyung? Bagaimana? Kau menemukan mereka? Donghyun : Nae. Merekatidak apa-apa, dan kami sedang dalam posisi aman sekarang. Minwoo : syukurlah, hyung. Donghyun : Ya. Kau tenang saja, kami segera kembali. Minwoo : Ide bagus, hyung… kita perlu latihan. Donghyun : Baiklah. Minwoo : Nae, hyung. Tuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut. “ Bisa kita kembali sekarang? Kita butuh latihan untuk konser kita besok malam.” Kwangmin mendesah dan menelengkan kepalanya menghadap Ryn yang saat itu sedang meneguk obatnya. “ t-tapi hyung…” Kwangmin mulai ragu. Kali ini Ryn telah selesai memakan obatnya. Ryn pun nimbrung. “ Kau kenapa Kwangmin? Hhhh~ kuharap kau jangan mengkasihaniku ya? Aku baik-baik saja. Tenanglah!” cerca Ryn sambil tertawa. Tawanya itu malah mebuat Kwangmin semakin kasihan melihatnya. Tinggal di rumah sendiri tanpa seorang pun… benar-benar pengen mewek. “ Ryn…” panggil Kwangmin. “ Sudahlah, kau harus kembali.” “ t-tapi, kalau aku kembali…aku tidak mungkin bisa kembali menemui mu lagi di sini…” Kwangmin sedih mengatakan itu padanya. Ya! Ryn merupakan salah satu bestfriend dan pastinya champion. Orang-orang seperti Ryn lah yang telah membantu BOYFRIEND melambung lebih tinggi. Thanks Ryn. “ Sebaiknya kita berfoto saja!,”tawar Jeongmin sambil mengeluarkan handphone-nya. Youngmin tertawa. “ Benar juga, kuharap saat aku sembuh nanti aku langsung merasa jadi yeoja paling beruntung karena telah menempel foto kalian di mana-mana… ” HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA… Kwangmin tersenyum simpul dan kembali mengacak-acak rambut panjang yeoja manis dan ramah di hadapannya itu. Hana, du, set! Cheers! JPRET! ^^^^ Malam ini… Tepat tanggal 25 Juni BOYFRIEND menggelar konsernya. MEIS penuh sesak oleh BESTFRIEND dan ramai dengan seruan SARANGHAEYO. Baru kali ini Kwangmin merasa grogi sampai-sampai ia memproduksi lebih banyak keringat dari biasanya. Oh ayolah… Jangan gugup begitu oppa >,< … “ Minumlah…” Youngmin menyodorkan minuman isotonic dingin kehadapan Kwangmin yang sedang mengipasi dirinya yang banjir keringat itu. Di rumah Ryn… Saat itu masih pukul 19.04 dan usai sholat isya, Ryn berniat memberes-bereskan seisi rumahnya. Terutama laci-lacinya. Ia merapikan setiap sudut ruangan dan lagi-lagi wajah Kwangmin berkelebat dipikirannya. Sungguh ia merasa sangat dekat dengan namja itu. Sesekali ia mendekati salah satu poster Kwangmin dan ia pun menyentuh nya tepat pada wajah cute namja Korea berbibir lucu dan bersenyum lebar itu dengan barisan gigi yang rapi di dalamnya. “ Sebenarnya kau itu siapa…?”gumamnya. Ia pun berhenti melamun dan membongkar isi laci meja belajarnya yang telah jarang ia jamah semenjak kecelakaan itu… Dan tebak! Coba tebak apa yang ia dapat? Selembar tiket nonton konser BOYFRIEND dengan sedikit bercak darah di tepiannya. Oh mygodness! Kepala Ryn kembali menerima guncangan hebat sekali. Otaknya kembali menyusun sebuah pemikiran dan ia berusaha mengingat dan mengingat meski itu berat sekali rasanya, dan jelas lagi rasanya seperti ditusuk dengan ribuan jarum… Di panggung… BOYFRIEND tengah membuka acara mereka dengan sapaan kecil… I’M YOUR BOYFRIEND….ANNYEONG… Tepat dikata annyeong, mike Kwangmin tiba-tiba terjatuh. Itu membuat member lain khawatir. “ Oh, Mianhamnida…”bisiknya pada Minwoo yang menatap bingung ke arahnya. BOYFRIEND! BOYFRIEND! KWANGMIN! YOUNGMIN! DONGHYUN! MINWOO! HYUNSEONG! JEONGMIIIIIIIIIIIIN!!!!!! ~seruan-seruan itu~ Rumah Ryn… Ryn mulai menunjukkan tanda-tanda kehiduan. Ia pun menggerakka kelopak matanya perlahan danlagi-lagi menahan kepalanya, ia pingsan dan jatuh dari kursi dan sekarang kepalanya terasa begitu sakit sekali. “ Ya ampun, sakit sekali…” rintihnya sambil mengusap-usap belakang kepalnya. Eits! “ B-BOYFRIEND?!!!!!” Ryn langsung menengok kea rah jam dinding. “ Hah? Bodoh! Aku terlambat!” Bergegas Ryn mengeluarkan motor scoopy pink nya dan ngebut menuju MEIS. Wah, ternyata gara-gara jatuh tadi ingatan Ryn kembali. Dan sekarang, ia akan menonton idolanya konser. Di panggung… Saat ini mereka sedang menyanyikan lagu Don’t Touch My Girl… Kwangmin kaget sekagaet-kagetnya saat ia menyanyikan bagian rapp terakhir di lagu ini, karena di sana sosok Ryn tiba-tiba mengisi kursi kosong di deret VVIP. “ KWANGMIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIN!!!!!!,”jeritnya. Kwangmin belum bisa berbuat banyak ia hanya mengangguk dan kembali berkonsentrasi pada lagu dan koreonya sampai nada-nada terakhir lagu ini. Ia yakin benar yeoja itu adalah Ryn. Ya! Usai lagu pertama, mereka berdua langsung melancarkan aksi mereka berbahasa Indonesia. Pertama-tama, Youngmin menyerukan ASSALAMUALAIKUM sbegitu lantangnya dan itu disambut histeris oleh para BESTFRIEND khususnya yang menempati deret VVIP termasuk Ryn. “ Saya cinta gadis Indonesiaaaaaaaaaaaaaaaaa yeoja gadis!!!!!” duh, Donghyun bikin suasana makin panas saja dengan mengangkat bajunya sampai memperlhatkan ABS nya yang lumayan itu .kekekeke~ “ Cinta Gadis Indonesia sini!” teriak Minwoo diikuti suara ketawanya yang khas. Unyu-unyu. “ Nama saya…..Kwangmin! Saya cinta kalian! Cinta Champion! Cinta saranghaeyo bestfriend!” kali ini KWangmin memaksa para bestfriend wabil khusus champion untuk lebih heboh dari seruan sebelumnya. “ Saya cinta kalian!!!!!!!” pekik Hyunseong lantang dan fasih. “ Haiiiiiiiiiiiiiiiiii. Aku tampan apakah gadiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiis?” dengan PD nya Jeongmin menanyakan apakah dirinya tampan dengan gayanya yang begitu lugu karena kalimatnya itu super acak-acakan. Beuh! ^^^^ Back stage… “ Aku melihat Ryn!”desak Kwangmin lalu meneguk minumannya sampai benar-benar habis. “ Benarkah? WOW!” Jeongmin menyeka keringatnya dengan handuk kecil yang diberikan oleh salah satu asistennya. “ Kurasa memang benar, dia yang memakai jaket ungu kan?” youngmin berusaha menemani Kwangmin kali ini. Ia mendukung dongshaeng-nya tersebut. “ Setelah acara ini selesai, aku ingin menemuinya.” Kwangmin mulai mengatur nafasnya. SKIP… Karena takut membahayakan, pihak STARSHIP Ent. Pun tidak memperbolehkan kwangmin menemui Ryn dalam keadaan yang masih ramai dan cukup membahayakan bagi Kwangmin yang besok masih harus mengadakan fan meeting itu. ^^^^ 26 Mei… Sepulangnya dari menonton konser BOYFRIEND yang berjalan kurang lebih 2 jam, Ryn masih menyempatkan dirinya untuk membuat semacam spanduk(?) bertuliskan happy first anniversary for my BOYFRIEND! WOW, ia membela-belakan untuk tidak tidur hanya untuk itu. Sebelum fan meeting di gelar, diam-diam Kwangmin nyungsep(?) dan ia sengaja ingin menemui Ryn dan bicara empat mata dengan yeoja itu. Apakah mungkin hati Kwangmin sudah terperangkap keluguan dan kecantikan sosok Ryn? *jangan!!!!!! Sama aku aja deh oppa!* TOK!TOK!TOK! Berpakaian serba hitam dan serba tertutup. “ S-siapa ya?” Ryn agak takut melihat kedatangan Kwangmin dengan dandanan yang ia rasa terlalu aneh dan super berlebihan. Hampir seperti penculik saja! LEBIH TEPATNYA PENCULIK DI SIANG BOLONG. “ Kau ingin menculikku ya?”sergah Ryn lugu. HOP! Tangan dingin Kwangmin langsung mendorong tubuh kecil Ryn kedalam rumah. “ Jebal, berhentilah kau berteriak seperti itu. Jebal! Kwangmin imnida!” “ Hah? Oppa? J-jadi k-kau Oppa? Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!! Mimpi apa aku semalam!” *kedip-kedip dan nggak rela kehilangan moment berharga ini. Disambangi artis korea. “ Kenapa kau ini Ryn? Kemarin kau bilang kau tak kenal dan tak ingat padaku. Tapi sekarang?” KWANGMIN melepas kacamatanya dan membuka penyamarannya secara blak-blakkan(?) “ Oppa! Kau bercanda! Aku selalu mengingat mu! Bahkan aku ingat sekarang adalah hari jadi BOYFRIEND yang pertamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!saengil chukai hamnida(?)” ceracaunya hampir menandingi Kwangmin sebagai seorang lead rapper itu. Kwangmin memijiti keningnya dan mencoba calm down. “ Jadi kau sudah sembuh?”selidik Kwangmin berusaha jaga jarak. Kwangmin mengusap poninya. “ Sembuh? Aku tidak pernah sakit oppa!” *memamerkan sederet gigi-gignya yang mungil. “ Berarti kau memang sudah sembuh.” Kwangmin tersenyum dan mengangguk pelan. Tak disangka ia ikut senang atas kesembuhan Ryn.*so sweet ah. “ Tapi k-kenapa oppa berkata seperti itu? Bahkan bertemu saja kita tak pernah!!!!!!” Ryn semakin kacau saja. Ia sudah melupakan masa-masa itu saat ia gegar otak…dan saat Kwangmin cs berada di dalam rumahnya dan berusaha mengembalikan ingatan Ryn. “ Aniyo! Kau salah Ryn… kita pernah bertemu sebelumnya. Dan kau tak ingat!” Tiba-tiba kwangmin teringat untuk menunjukkan foto yang diambil Jeongmin waktu itu. Jujur, Ryn benar-benar merasa wow dan super kaget melihat foto yang mirip denganya itu. Ia pikir ia punya kembaran(?) Ciah, emangnya lu JO TWINS????!!!!! “ Aniyo! Ini bukan mirip denganmu Ryn! Ini memang foto mu yang diambil saat pertama kita bertemu!” Kwangmin berusaha meyakinkan kembali. “ Oppa…kau berbicara seakan kita pernah kenal akrab!” Ryn tampak sumringah dicampur rasa bingung. “ Ryn, kumohon kau percaya ini… kalau kita-pernah-bertemu-saat-kau-gagar-otak.” Kwangmin menahan pundak Ryn dan menatapnya lekat-lekat sampai Ryn merasakan begitu sulitnya menelan ludah saja. “ G-gegar otak?” ZLEPH! *langsung sekelebat ingatan tergambar di otak Ryn sampai ia ingat saat itu juga… “ J-jadi?” Mata Ryn berkaca-kaca. Kwangmin mengangguk sekali, “Bolehkah????” sambil melebarkan tangannya. Ia membentang lebarkan kedua lengannya untuk menawarkan kehangatan untuk ‘perwakilan’ Champion Ina. Dengan malu-malu Ryn pun membenamkan tubuhnya di pelukan sang bias. *Uuuuuuuuuuuuuuhhhh, aku yang bikin aja pengen mewek juga bukan gara-gara terharu tapi pegen (T.T)* “ Kamsahamnida, Ryn! Saranghaeyo! Kau champion terhebat yang pernah aku temui.” “ Nae, oppa..hiks…hiks… aku senang bisa mengenal kalian. Dan aku akan datang ke fan meeting mu!” “ Apa?! Fan Meeting!” Ohlalala… Kwangmin melupakan fan meeting nya. Aduh, dia merasa jado orang bodoh sedunia. Ia pun menarik Ryn. “ Oppa! Aku melupakan spandukku!!!!!!” “ Tak apa! Kita akan terlambat kalau kau harus mengambilnya! Tanpa spanduk itu pun aku sudah tahu seberapa besar support dan cinta dari mu, Ryn…” Kwangmin membawa Ryn menuju fan meeting tersebut. Ryn menunduk malu, tak disangka pipinya merah padam saat itu juga sampai Kwangmin dibuat terpingkal-pingkal melihat wajah Ryn yang bahkan lebih lucu dari Pikachu(?) sampai akhirnya Ryn menyadari bahwa idolanya itu adalah idola terhebat sepanjang masa. Begitu pula kwangmin, selain ia memperoleh syal hasil rajutan Ryn…ia juga memperoleh sesuatu yang berharga, *yang bukan hanya dari Ryn saja* tapi dari seluruh Bestfriend di belahan dunia, dan sesuatu yang berharga itu… Berwujud cinta dan dukungan di setiap penampialn BOYFRIEND… Happy first anniversary !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! JPRETTTT! BOYFRIEND foto bareng para bestfriend. Chaw! _end_

Sabtu, 05 Mei 2012

Jadwal Boyfriend Ke Indonesia!!!!!!!!

Boyfriend and Sistar concert in Indonesia 1. Kapan Sistar dan Boyfriend akan ke Indonesia? Pertengahan bulan Juni 2012. 2. Dimana Konsernya akan digelar? MEIS (Mata Elang International Stadium) , Ancol Beach City 3rd Floor, Jakarta Utara. 3. Kenapa kalian sudah confirmed, sedangkan pihak Starship Entertainment belom confirmed? Starship Entertaiment biasanya akan konfirmasi 1 bulan sebelum acara, jadi mereka belom confirmed sekarang. 4. Harga tiketnya berapa? Tribune1: Rp. 500.000 TribuneVIP: Rp 600.000 Festival Rp 700.000 VIP Rp 1.200.000 5. Siapa promotor yang akan bawa Sistar dan Boyfriend ke Indonesia? MediaWorks Indonesia, pemiliknya adalah @danielthartono . 6. Apakah Sistar dan Boyfriend akan 1 stage, apa stage sendiri-sendiri? 1 Stage. 7. Nanti, fanbase @SistarIndonesia akan bikin project ga buat Sistar? Pasti, stay tune!

Senin, 30 April 2012

Welcome To Nisa's World

Cinta Di Balik Layar

Oleh : Annisa Widi Astuty Lagi-lagi ngomongin Mutia Veronika. Taksiran Kwangmin yang berhasil ngebikin dia melting. Sebenernya gue nggak yakin kalo Mutia bakal jadi cinta terakhirnya Si Kwangmin. Hah, namanya aja baru anak kelas tiga SMP. Mbel, kalau sampai awet. Masih terlalu bau kencurrr dan penuh tanda tanya. Hidup ini masih panjang, masih ada yang lebih baik di belakang daripada yang di depan. Dengan langkah diseret-seret, Kwangmin menghempas bokongnya di kursi tepat di sebelah gue. Wajahnya kegirangan usai mendengar inbox di ponsel-nya yang super slim itu. Seperti yang sudah gue duga, pasti dia baru saja ketemu sama Mutia. “Apa kata gue,nisss…Mutia tu cakep banget nisss…nisss….” Kwangmin mengguncang hebat tubuh gue yang tengah asyik makan camilan. Dampir gue tersedak hanya karena pesan singkat enggak jelas itu! “ Hah! kwangmiiiiiiin…” Gue menabok pelan pundaknya yang kembali terhipnotis oleh isi pesan dari ponselnya yang baru saja berteriak-teriak minta segera dibaca itu. Gue mendesah dan cemberut. Mulailah Kwangmin ngacak-ngacak gue. Cuman gara-gara dapet sms dari seorang Mutia Veronika Hanya Mutia! Bagaimana kalau tiba-tiba Agnes Monica SMS nyasar ke ponselnya? Bisa tambah geger dunia akherat . Itu sudah jadi tradisi selama gue jadi penasehat cintanya. Kalau bukan karena gue sayang sama dia, gue gak bakal mau deh, sakit hati kayak gini. Sakit banget tau? Bayangin aja! Seseorang yang loe taksir malah ngomongin orang lain yang berhasil ngebikin kalian iri lantas saki hati dibuatnya? Sudah remuk, tambah remuk pula hati ini. Hati yang kian merapuh. Selain gue, mungkin nggak ada yang lain, ya? Seremuk apapun hati gue sekarang ini, gue berusaha untuk tetap tegar. Karena gue yakin banget, di balik pengorbanan gue ini, pasti ada ganjaran yang setimpal. Eh, iya lho! Buktinya nih, ya? Gue bisa bareng terus sama Kwangmin, bisa ditraktir macem-macem kalo dianya lagi kebanyakan duit, bisa numpang nangis di pundaknya. Buat gue sih, semua itu sudah lumayan lah, mampu buat ngebayar pengorbanan gue ke dia. “ Whaaa…ha….nisss! Di bales lagi niii” Mengulurkan ponselnya ke hadapan gue yang juga penasaran ini. Gue mendorong ponsel- nya pelan. Berharap jangan ada SMS lagi. Apalagi cuman dari Mutia! “ Gila’, kayaknya loe bisa jadian deh, sama Mutia kalo kayak giniiii” Gue berusaha membesarkan hati Kwangmin yang baru kasmaran itu. Kwangmin sendiri tertawa-tawa kecil, lalu mengajukan pertanyaan kecil seperti ini, “ Gue ajakin dia buat itu nggak ya, nisss?” “ Ah, loe jangan ngawuuuur” “ Kenapa?” “Cinta itu kudu slowly….” “ Yach, nisss… Ibarat nasi, ntar keburu basiii” “ Alaaa, ni bocah ngeyel, ya? Kayak gak ada ibarat lain aja? Jengkol kek, pete, kek… apa’an kek…” Gue berusaha main-main dengan volume. Kwangmin tertawa kecil dan tetap pada keasyikannya membaca dan ngebales sms dari pujaan hatinya. Gue membenahi posisi jilbab yang sedikit miring. Hati menarik nafasnya seraya menguatkan diri, bahwa ini sekedar ujian cinta. Gue sadar, kalau gue emang nggak secantik Mutia, bahkan dengan mantan-mantan Kwangmin sebelumnya. Namun, selama janur belum melengkung (ceileh, dalem banget ), gue bakal tetap setia jadi cinta di balik layar. Waaah, Tarik nafas dalem-dalem, hembusssss…. @*@*@*@ “ Nisss? Gimana kalo sekarang?” Kwangmin geregetan pengen buru-buru nembak Mutia. Ah, dasar cowok! Gue pun berpikir keras. Diam ini muncul sesaat, lalu… “Jangan, Ed! Belom waktunyaaa!!!” Gue berusaha menahannya. Jangan sampai rencana gue, all of my plan gagal karena Kwangmin yang kebelet pengen buru-buru nembak Si Mutia similikiti itu. “ Tapi nissss…” “STOP!!!!,” bentak gue seraya memegangi perut yang sedikit mules ini. Pengen ngentutttt. “ Ihhhh..” Kwangmin menekan hidung mancungnya kuat-kuat. Menatap tajam ke arah gue yang lebih milih buat cengangas-cengenges. Hehe. “ Soriiii” “ Gila’, makan apa loe? Kayak bau pete, ah!” “ Enak aja!!! Bacot loe tu jaga! Gue kagak maem pete! Tapi semur jengkol!!!,” ujarku diselingi tawa geli. Kwangmin menjitak dahi gue pelan. “ Oke, jadi masalahnya apa lagi, nisss?” Kwangmin berusaha melupakan bau menyengat ini. Hehe jadi malu, deh! Bau juga ternyata gas beracun buatan gue. Wkwkwkw. “ Soalnya…Mutia itu keliatan maen-maen.” “ Hah? Maksud loe?” “ Iya, Ed! Aura playgirl nya dapet bangettt” “ Masa’?” Gue pun berusaha menemukan alas an-alasan logis yang sekiranya mampu untuk nge-delay waktu Kwangmin buat nembak Mutia. Soalnya nih, menurut schedule, bentar lagi gue harus ngasih tau Kwangmin kalo gue tuh sebenarnya suka sama dia. @*@*@*@ 17 Januari… Hari ini gue harus jujur sama Kwangmin. Gue bakal ngaku ke dia tentang perasaan ini. Iya atau tidaknya jawaban yang bakal gue terima, adalah niali positif yang akan gue petik hikmahnya. Gue udah nyiapin mental baja meski gue bakal dipermalukan sekali pun dengan dia akhirnya nolak gue. “ Hah? Apa nissss??????” Raut wajahnya nampak tidak bersahabat. Ia rehat sejenak dari keypad. Kwangmin menatap gue lurus-lurus seakan bisa membaca pikiran gue. Gue mangut-mangut. “ Jadi, selama ini…?” “ Iya…” Gue menunduk malu. Berharap ia tidak akan menjawab tanya gue tadi. “ Tapi, nissss, loe….” “ Iya, gue tau! Gue emang nggak seperti yang elo mau kan? Gue enggak cantik, gue juga bukan primadona! Apalagi gue juga bukan tipikal cewek yang selama ini loe cari, kan?,” tutur gue dalem. Hampir nangissssssss. Mata gue telah berkaca-kaca. Nada bicara pun mulai getir seperti tersekat di kerongkongan. “ Bukan itu Nis, tapiiii….” “ Maafin gue, ED!” “ Buat apa?” “ Gue udaaaaah….” Hah, gue udah nggak kuat lagi buat ngomong barang sepatah kata pun. Lidah ini kelu rasanya. Gue nggak mampu lagi ngebendung air mata yang terus mengali deras menbasahi pipi. Gue bener-bener malu sama diri gue sendiri. Gue rasa, tampang ini sudah tak sepantasnya hadir di hadapan Kwangmin yang tengah mencari true of love nya. Gue ngerasa bagai pengusik di sini. Gue ngerasa gue di sini sekedar mentingin diri sendiri. EGOISSSS!!!! Buktinya, Kwangmin nggak nyiapin pundaknya buat gue numpahin kesedihan gue. Mungkin udah nggak pantesss! Bersandar di pundak orang yang nggak memiliki perasaan yang sama. Ngaca’ Nisrina!… Loe bukan siapa-siapa nya Kwangmin, kecuali seorang penasehat cinta dadakannya. TITIK. Tapi, gue nggak pernah kepikiran kalau Kwangmin bakal menarik lengan gue dan membiarkan gue menumpahkan seluruh air mata ini di dadanya. Buat gue, itu sesuatu yang amazing!!! Banguuuuun!!!! Nggak perlu berlama-lama gue bikin malu diri gue dengan bersandar di dadanya yang bidang itu. Hm… gue berusaha sedikit menjauh beberapa inci saja. Lalu, dengan tampang bersalah, Kwangmin berkata, “ Udah, Nisssss… Nggak usah nangis, gue jadi ngerasa bersalah, kan?” Gue diam. “ Nisss…. Kalo boleh jujur, loe tuh nggak buruk, kok! Loe cantik, pinter, putih, jago voli, jago tae kwondo, jago basket. Jago semua deh olahraga-olahraga. Apa sih yang loe nggak bisa? Tapiii, selama berteman ama loe, belum pernah sekali pun terlintas dipikiran gue buat macarin, loe!!! Soalnya, gue pikir gue tuh nggak pantes banget buat loe, Nis. Dan, menurut gue, ntar loe pasti dapetnya cowok yang derajatnya lebih tinggi dari gue, soalnya… menurut gue, loe tuh anaknya dewasa nisss. Gue juga malu, sebagai cowok gue belum pernah menang setiap balapan lari sama loe? Gimana gue bisa lindungin elo kalo emang kita pacaran??,” katanya panjang lebar. Gue mangut-mangut, berusaha menarik nafas dalam-dalam. “ Iya… Gue tahu…” “ Loe nggak marah????” Gue menggeleng. Yah, mau bagaimana lagi? Lha wong cowoknya nggak mau kok dipaksa? Yeee.. ntar jadian tapi nggak cinta. Yah, sama aja bo’ong dong! Mendingan gue terima aja deh, toh Kwangmin juga punya selera sendiri. Yayaya. @*@*@*@ Sejak kejadian itu, gue ngerasa ada sesuatu yang berbeda dari seorang Kwangmin Radithyo. Entah ini gue yang ge’er, apa memang seperti ini yang sebenarnya. Gue ngerasa Kwangmin tambah perhatian, deh sama gue. Ya, meski statusnya sekarang udah jadi’an sama Mutia, dia malah tambah merhati’in gue. Ya, palingan sih karena ngerasa nggak enak! Hehe. Yap! Ndak papa, gue juga bersyukur banget atas peristiwa gue ditolak kemaren. No problem! Yang penting hepi. Bukannya malah menjauh, Kwangmin serasa makin lengket di gue. Untungnya juga, setelah tragedy itu, Kwangmin nggak mecat gue dari jabatann gue sebagai penasehat cintanya. Huft… Pokoknya, sampai gue menemukan penggganti Kwangmin, gue nggak bakal rela jabatan ini diambil alih orang lain. Titik, enggak pake koma. Daaaaan, itu lah kisah gue!!!! Mengenaskan ya? Tapi nggak papa!!! Ini tetap, cinta di balik layar ala Nisrina Siregar.  SELESAI Fb : Annisa Widi Astuty & Twitter : @nisawidik

Minggu, 29 April 2012

ABOUT KWANGMIN : Surat Untuk Kwangmin BOYFRIEND

This is Cerpen karya Nisa yang bener-bener pendek dan bener-bener udah jadi. Saking terobsesinya sama KwangMin Oppa jadi apa-apa ada Kwangmin nya. hehe.... Ini udah ada hak ciptanya lho ya... Punya aku dong, bikinan aku .... ugh, senengnya, tapi agak serem juga sih ya? jangan sampai terjadi deh. hihihi. *ampun Champion! Kwangmin tetep hidup kok, cuma cerita doang. hihihi.

“ Kembalikan saja buku itu padanya…” gumam Andini seraya menjejalkan buku paket ke dalam tas. Olen memandang sampul buku bercover hitam itu lekat dan mengulum senyum. “ Bukankah aku juga bisa memilikinya?”gumam Olen. “ Tentu saja kau bisa! Asal kau berusaha…” sahut Andini yakin.
            Hari mulai malam. Olen belum juga terlelap. Ia gelisah menanti esok hari yang kian pendek. Akankah ia mengembalikan buku tersebut pada pemiliknya? Atau ia akan menyimpan itu selamanya tanpa diketahui siapa-siapa selain dirinya?
Tidak! Buku ini harus aku kembalikan! cetus Olen yakin. Ia pun terlelap dengan selimut menutupi wajahnya.
***
            “ Kukembalikan…”lirih Olen sambil menundukkan kepalanya. Kwangmin mengangkat dagunya, “ Milikku, ya?” ia pun meraih buku tersebut. Nafas Olen memburu. “ Darimana kau dapat ini?,” selidik Kwangmin kalem. Olen menggeleng. Apa maksudnya? Kenapa tidak jujur saja? Lagipula dia jelas tidak mencuri, harusnya Kwangmin berterimaksih pada Olen masalah itu.
“ Kalau kau tidak menjawab, ya sudah, terimakasih…”pungkasnya dengan senyum tipis. Sampai detik itu Olen masih terus menunduk…makin dalam… dalam… dalam… dan ia meneteskan air mata. Ia terduduk sambil melipat kakinya dan memeluk lututnya. Menangis sesengukan.
Mungkin sekarang terlambat untuk menceritakan semuanya. Olen merasa serba salah ketika ia tidak menjawab pertanyaan Kwangmin. Itu tidak mungkin terulang kembalikan? dan Olen pun memarahi dirinya sendiri. Ini konyol! Harusnya Olen menjelaskan padanya bahwa buku itu ia temukan di bawah pohon di taman sekolah sewaktu sore hari pada waktu hujan. Sungguh, Olen telah menyelamatkan buku tersebut dari tetesan air yang pasti akan menyobeknya secara alami bahkan sampai tinta-tintanya luntur dan tidak bisa terbaca lagi.
            Seandainya waktu bisa terulang lagi, Olen akan menjawab pertanyaan tadi dengan senang hati dan tanpa gugup sedikit pun, namun apa daya Kwangmin telah pergi bersama buku itu, tidak mungkin buku itu kembali lagi ke tangan Olen sementara seminggu setelah kejadian memalukan tersebut terjadi, Kwangmin sudah tidak bersekolah lagi di SMA N 1 Tormentor. Tahu kemana dia? Kini ia berada di surga… ditemani malaikat-malaikat penjaga yang ia yakini lebih cantik jelita daripada dirinya yang kini menanti sosok lain yang bisa menggantikan Kwangmin di dalam hatinya. Padahal, Olen sudah menyiapkan surat ini sejak jauh-jauh hari.

Untuk  Kwangmin
di mana pun kau berada…

Aku tidak tahu sedang apa kau ketika kau membaca surat bodohku ini. Kau juga pasti menanyakan hal ini, “ siapa yang mengirim surat ini untukmu?” . maaf, aku belum bisa mengatakan ini semua…. Senja, kau selalu duduk bersama buku bersampul hitam itu, dan saat itu aku belum pulang menunggu sampai kau beranjak dari dudukmu… satu hal yang ingin aku katakana lewat surat kumuh dan tidak penting ini, AKU MENGAGUMIMU dari atas sampai kaki…
                                                                        Tertanda…

                                                            Your secret Admirer

Sekarang, surat itu Olen simpan baik-baik di dalam lacinya dan ia membungkusnya di dalam amplop merah jambu meski ia sendiri tahu, surat tersebut belum sempat ia kirimkan.